• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Bela Negara

Wajar Rakyat Indonesia Marah Pada Malaysia

Diterbitkan pada 02 September 2010 oleh B- Watch

Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Sukri Fahrial, mengatakan sikap rakyat Indonesia yang berang dengan tindakan Malaysia sangat wajar dan bukanlah tindakan yang berlebihan.
“Saya menilai sangat wajar, karena tindakan Malaysia melanggar kedaulatan negara kita bukan hanya sekali tetapi sudah berulang-ulang sehingga menimbulkan amarah dari rakyat Indonesia,” kata Sukri di Tanjungpinang, Kamis.
Aksi demonstrasi yang di berbagai daerah menurut dia sebagai luapan emosi yang juga sangat wajar dan bukan karena provokasi pihak lain.
“Siapa yang tidak marah kalau kedaulatan negaranya dilanggar pihak asing,” ujarnya yang diusung oleh Hanura.
Dia menilai ketidakjelasan batas wilayah dan tidak tegasnya pemerintah juga rawan menjadi pemicu konflik antarkedua negara.
“Kami berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih tegas mengenai batas wilayah. Kalau Malaysia tidak mau berunding silakan saja, namun pemerintah harus mengambil tindakan yang lebih tegas,” katanya.
Dia mengharapkan batas perairan dengan Malaysia segera diselesaikan terutama di Kepri, agar tidak ada nelayan dari Indonesia yang dituduh mencuri ikan diperairan Malaysia yang miskin itu, padahal masih wilayah Indonsesia, ataupun sebaliknya.
Selain itu, menurut dia armada laut di daerah perbatasan agar diperkuat untuk menjaga kedaulatan negara.
“Seluruh pihak terkait di laut kami harapkan diperkuat, agar pihak asing tidak sembarangan memasuki wilayah Indonesia dan juga untuk menjaga kedaulatan negara,” harapnya.

Namun demikian menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, hingga saat ini tidak ada rencana meninjau ulang kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia.
“Tidak ada peninjauan ulang kerja sama ekonomi dengan Malaysia,” kata Hatta Rajasa di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Kamis.
Hatta menyebutkan, selama 2005-2009, Malaysia merupakan investor terbesar kelima yang menanamkan modalnya di Indonesia dengan nilai sebesar 1,2 miliar dolar AS.
“Dari sisi tenaga kerja, ada dua juta tenaga kerja Indonesia, 13.000 pelajar,” katanya.
Ia menyebutkan, kerjasama bidang ekonomi kedua negara menunjukkan perkembangan yang terus meningkat.
Sementara itu investasi Indonesia pada 2005 hingga 2009 di Malaysia mencapai sekitar 500 juta dolar AS, jumlah pelajar Malaysia di Indonesia sekitar 6.000 orang.
Menurut Hatta, pidato Presiden Yudhoyono pada Rabu malam di Mabes TNI Cilangkap menggambarkan Indonesia sebagai bangsa besar.
“Ada empat poin penting antara lain bahwa kita tetap tidak kompromi untuk masalah kedaulatan kita, kita ingin menyelesaikan masalah perbatasan yang disengketakan sesegera mungkin,” katanya.
Menurut Hatta, pemerintah juga mengembangkan diplomasi sehat di antara kedua negara.
“Artinya jika ada hal hal yang berkaitan dengan dugaan hal-hal yang berkaitan dengan perlakukan kurang baik, harus segera dilakukan penyelidikan,” katanya.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.