Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut tuntas skandal Bank Century dan memeriksa sejumlah pejabat yang diduga terlibat.
“Kami mendukung dan mendesak KPK mengusut tuntas skandal Bank Century,” kata juru bicara Jaringan Mahasiswa Anti Korupsi (JAM-AKSI), A. Andri, ketika menyampaikan orasi di depan pagar Gedung Djuanda, Depkeu, Jakarta, Senin.
Tuntutan agar pengusutan kasus Bank Century dilakukan secara tuntas merupakan satu dari sejumlah tuntutan yang diajukan sekitar 40 mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Depkeu.
JAM-AKSI juga mendesak Presiden SBY bersikap tegas, transparan, dan konsisten dalam rangka menuntaskan skandal Bank Century dan mewujudkan pemerintahan bersih.
Mereka juga menuntut KPK segera memeriksa sejumlah pejabat yang terlibat dalam skandal Bank Century. Mereka juga mendesak Polri mendukung KPK dalam menuntaskan kasus skandal Bank Century.
Selain berorasi, dalam aksinya, JAM-AKSI juga membakar gambar tertentu di depan pagar Gedung Djuanda Depkeu.
LPS telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan BI. Padahal dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun.
“Misteri itu yang harus ditindaklanjuti KPK dengan meminta BPK melakukan audit investigasi. Tidak hanya KPK, DPR juga meminta BPK mengaudit proses bail out tersebut,” kata Andri.
Ia menyebutkan, banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena itu, audit investigasi BPK harus dilakukan dengan tuntas.
“Jangan sampai ada penumpang gelap yang bermain dengan mengatasnamakan penyelamatan ekonomi nasional,” katanya.
Menurut dia, pertanyaan yang amat menganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan. Namun pada mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset kecil harus dikucurkan dana begitu besar.
“Yang belum terang-benderang adalah soal jumlah yang sangat besar itu,” kata Andi.(*)
Usut Tuntas Skandal Century
Diterbitkan pada 07 September 2009 oleh Nurmimi

