• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
BUMN

Terjadi Inefiensi Puluhan Triliun Di PLN

Diterbitkan pada 06 September 2010 oleh B- Watch

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI merekomendasikan pemerintah melakukan kaji ulang pemberian berbagai dukungan kebijakan kepada PT PLN karena adanya temuan BPK soal pemborosan dan inefisiensi hingga triliunan rupiah di PLN.
Kepada pers di ruang wartawan DPR Jakarta, Senin, Wakil Ketua BAKN Yahya Sacawriya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan BPK terhadap PT PLN dan PT Indonesia Power sejak tahun 2006 hingga 2009 ditemukan adanya pemborosan dan inefisiensi bernilai puluhan triliun rupiah.
Dalam RAPBN-P 2010 pemerintah merencanakan untuk memberikan pinjaman lunak kepada PT PLN sebesar Rp7,5 triliun dengan jangka waktu pengembalian 10-15 tahun dan masa tenggang 5 tahun. Tujuannya adalah untuk membiayai proyek 10 ribu MW, pemulihan dan peningkatan sistem kelistrikan serta investasi untuk melayani beban natural.
Dukungan pendanaan itu diberikan karena dana yang dibutuhkan pada 2010 melebihi kemampuan pendanaan yang dimiliki PT PLN secara korporasi. Dari kebutuhan pendanaan investasi sebesar Rp45,8 triliun, PT PLN hanya memiliki Rp9,4 triliun yang bersumber dari dana internal perusahaan dan sumber lainnya.
“Karenanya terdapat kekurangan pendanaan (financial gap) sebesar Rp36,4 triliun,” ujar Yahya.
Namun berdasarkan pemeriksaan BPK ditemui adanya berbagai inefisiensi, diantaranya akibat lemahnya dukungan kebijakan energi bagi PT PLN dan anak perusahaannya serta kerugian akibat tunggakan dan biaya beban yang mencapai masing-masing Rp12,7 triliun dan Rp1,87 triliun.
Selain itu juga terdapat kerugian PT PLN akibat lemahnya manajemen yang berdampak hilangnya potensi pendapatan senilai lebih dari Rp576 miliar akibat susut energi listrik 2007. “Masih sangat banyak temuan BPK terhadap PT PLN dan anak perusahaannya yang akhirnya mengakibatkan PT PLN boros dan inefisiensi,” ujarnya.
Terkait dengan kondisi itu, BAKN DPR RI mendesak pemerintah agar mengkaji ulang pemberian dukungan kebijakan kepada PT PLN seperti peningkatan margin yang berdampak pada penambahan subsidi, menyetujui kenaikan tarif dasar listrik dan memberikan dukungan pinjaman lunak serta jaminannya tanpa didahului dengan syarat kewajiban bagi PLN melakukan pembenahan.
Selain itu, BAKN DPR RI juga mendesak pemerintah melakukan koreksi terhadap strategi dan kebijakan dukungan energi bagi kepentingan PT PLN. Absennya agenda koreksi hanya akan melanggengkan inefisiensi dan pemborosan dalam penyediaan listrik.
BAKN memandang bahwa penyebab utama pemborosan PT PLN dan keterbatasan untuk memasok listrik dan menekan tingginya biaya produksi adalah tiadanya dukungan kebijakan energi. Karenanya, bila pemberian dukungan pembiayaan bagi PT PLN dilakukan tanpa koreksi menyeluruh dalam pengelolaan perusahaan itu, maka pemerintah telah bertindak tidak adil. (*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Miranda S Goeltom dan Angelina Sondakh Harus Ditahan
    2012-02-24 14:28:31 - 1 comments
  • Harga BBM dan Konstitusi
    2012-02-28 10:22:21 - 1 comments
  • Tindakan Wamen Kum dan Ham Main Tampar Kriminal
    2012-04-05 10:31:28 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • Dipastikan Pemeran Video Porno Karolin Margaret Natasha
    Mei 22, 2012 at 3:55 pm - Tidak ada Komentar
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.