Target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini dikoreksi dari Rp20 triliun menjadi Rp13,5 triliun hingga tutup tahun.
“Tahun ini penyaluran KUR ditentukan targetnya Rp13,5 triliun, bukan lagi Rp20 triliun,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.
Menteri menjelaskan, koreksi itu disepakati dalam rapat Komite Kebijakan KUR bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk bank pelaksana KUR sekitar dua pekan lalu.
Koreksi target, kata menteri, terpaksa dilakukan mengingat sebelumnya diberlakukan relaksasi kebijakan KUR pada 12 Februari 2010.
“Dari Februari 2010 itulah bank pelaksana KUR melakukan persiapan termasuk mengadaptasi kebijakan, sosialisasi, dan penyesuaian hingga mempersiapkan SDM-nya,” katanya.
Dengan demikian, penyaluran KUR pasca-relaksasi mulai efektif pada pertengahan Maret 2010. Praktis penyaluran KUR sampai saat ini masih jauh dari yang diharapkan banyak pihak karena terhitung baru efektif sekitar 2,5 bulan.
“Namun pada intinya semua bank pelaksana KUR sudah sepakat dan optimistis mampu menyalurkan Rp13,5 triliun sampai tutup tahun ini,” katanya.
Menteri mencontohkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan 13 bank pembangunan daerah (BPD) pelaksana KUR yang telah berkomitmen untuk menyalurkan Rp2 triliun sampai akhir Juni 2010.
Pihaknya mencatat ada tiga BPD yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam penyaluran KUR yakni Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, dan Bank Jatim.
Realisasi KUR komulatif sampai 30 April 2010 sebesar Rp19,28 miliar untuk 2,67 juta debitur dengan rata-rata kredit perdebitur Rp7,21 juta.
Dari 19 bank pelaksana KUR, BRI memberikan kontribusi penyaluran terbesar dengan dana KUR tersalur mencapai Rp13,7 miliar.(*)
Target KUR 2010 Dikoreksi
Diterbitkan pada 04 Juni 2010 oleh Nurmimi

