Jakarta (BUMNWatch) – Kalangan dunia usaha mengharapkan hasil Pemilu 2009 tidak merusak kondisi keamanan nasional yang sudah cukup kondusif.
Tidak hanya itu, kebijakan ekonomi pemerintah juga diharapkan tetap konsisten.
Ketua Dewan Pembina DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sandiaga Uno mengatakan, pengusaha akan selalu kooperatif jika pemerintah baru hasil Pemilu 2009 ini konsisten dengan kebijakan-kebijakannya.
“Siapa pun pemenang Pemilu tentu menentukan porsi pemerintahan nanti, bagi dunia usaha tak penting siapa pemenangnya yang penting bisa membuat kebijakan konsisten dan bisa menjamin kestabilan politik dan ekonomi untuk jaminan investasi asing,” kata Uno, pekan lalu, di Jakarta.
Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri Kadin, Bambang Soestyo, menilai kendati penghitungan pemilu legislatif 2009 belum final, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei sudah memberi gambaran cukup jelas bahwa partai pemerintah menjadi peraih suara terbanyak.
“Dengan asumsi partai pemerintah akan menguat di parlemen, ada harapan konsistensi kebijakan di berbagai bidang, dari bidang hankamnas, hukum dan bidang ekonomi, akan terjaga,” kata Bambang.
Prinsipnya, lanjut dia, siapa pun pemenang pemilu legislatif 2009, dunia usaha mengharapkan stabilitas keamanan, konsistensi kebijakan ekonomi dan penegakan hukum selalu terjaga, bahkan kalau perlu ditingkatkan.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pemimpin yang terpilih sebagai pemenang pemilu akan menghadapi dua tantangan besar di bidang ekonomi. “Dua tantangan tersebut adalah soal fiskal dan moneter,” kata Yudhi.
Di bidang fiskal, kelemahan yang harus diperbaiki pemerintah adalah penyaluran anggaran negara yang lambat. Padahal, ini penting untuk mendorong agar ekonomi bisa jalan.
Di bidang moneter, menurut dia, ada persoalan transmisi yang terkait penurunan suku bunga. BI sudah menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate secara agresif, namun perbankan tidak segera mengikuti dengan langkah penurunan suku bunga kredit. Padahal, BI Rate sudah turun di level 7,5 persen.
“Jadi, pemenang pemilu harus bisa menyelesaikan dua soal mendasar itu,” ujarnya. Secara keseluruhan menurut dia, pemenang pemilu harus melanjutkan kesinambungan kebijakan ekonomi yang sudah ada sekarang. Jika ada perubahan drastis, justru berdampak kurang bagi investor.(*)

