Sampai sejauh ini tak ada Menteri Kehutanan (Menhut) yang berhasil. Ini dapat dilihat dari total areal hutan yang kritis, yaitu mencapai 42 juta hektar. Luasan ini sejak era Orde Baru, bukannya berkurang, malah bertambah lebih kurang 12 juta hektar. Lalu apa saja yang dilakukan Menteri Kehutanan di era reformasi??? Tidak jelas.
Bahkan Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Zukifli Hasan mengakui sekitar 42 juta hektar (Ha) hutan Indonesia saat ini berada dalam keadaan gundul. Artinya, saat saat ini keberadaan hutan alam Indonesia benar-benar memprihatinkan, tidak hanya kritis, namun sudah menjadi padang pasir, alias tak ada lagi tumbuh-tumbuhan berada di atasnya.
“Sebanyak 70 persen dari luas daratan Indonesia adalah kawasan hutan, atau sekitar 130 juta Ha luas hutan Indonesia. Dari 130 juta itu, 43 juta ha merupakan hutan primer atau sekitar 4,2 persen, ucapnya di depan peserta pembangunan monumen Tanaman Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di Gunung Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu.
Namun kondisi saat ini 42 juta ha sudah tidak berhutan lagi, semua sudah gundul habis ditebang. Zulkifli menyebutkan, provinsi yang masih memiliki hutan primer adalah sebagian di Papua dan Kalimantan.
“Provinsi Jawa yang sudah tidak ada lagi hutannya, begitu juga di Sumatera jumlah hutanya sudah sedikit,” ungkapnya.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, hilangnya hutan berdampak buruk bagi manusia.
Fungsi hutan sangat baik untuk kehidupan manusia, selain mencegah erosi yang menyebabkan bencana alam seperti longsong dan banjir.
Zulkifli mendukung penuh upaya masyarakat dan instansi dalam mencanangkan program penanaman pohon.
“Upaya yang paling optimal untuk mencegah kerusakan alam karena hilang hutan adalah dengan cara menanam. Mari kita menanam, dengan gerakan menanam pohon kita sudah menjadi menyediakan oksigen dan mencegah terjadinya bencana alam,” terangnya. Ketua Panitia pembangunan Monumen Tanaman KAHMI, Wisudarto mengatakan, monumen tanam KAHMI berlokasi di Gunung Hambalang dengan luas lahan yang akan ditanami pohon seluas 9,8 Ha. “Kawasan monumen KAHMI dibagi empat blok yang masih-masing akan ditenami pohon yang totalnya sebanyak 3312 batang,” ucapnya. Empat blok tersebut diberi naman Arafah, Mina, Musdalifah dan Azizia. “Nama ini kita berikan, agar para peserta yang menanam berasa sedang menunaikan ibadah haji, sehingga apa yang ditanam ini tidak sia-sia,” katanya. Tampak hadir, dewan penasehat KAHMI, Fuad Bawazir, jajaran pengurus KAHMI dan pimpinan Perum Perhutani. Sementara itu, kepala KPH Bogor, Adrian Bestari menyebutkan, bahwa kawasan monumen tanam KAHMI, berada diwilayah pengelolaan milik Perum Perhutani. “Kerjasama ini dalam rangka silaturahmi dan program penyelamatan hutan Indonesia,” ujarnya.(*)

