Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau Rudy Chua menyatakan sebaiknya masyarakat di wilayah tersebut diizinkan menggunakan tabung gas yang berasal dari Singapura dan Malaysia, karena wilayah tersebut berbatasan dengan kedua negara itu.
“Masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) sudah sejak lama menggunakan tabung gas maupun barang lainnya yang berasal dari Malaysia dan Singapura, sementara larangan untuk mengisi gas dari Pertamina ke tabung gas asal negeri jiran itu baru-baru ini diterapkan,” kata Rudy yang juga Dewan Kehormatan Apindo Kepri.
Dia mempersilakan Pertamina melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan yang melakukan penyuntikan gas ke tabung yang berasal dari Singapura dan Malaysia, namun harus mempertimbangkan kondisi masyarakat.
Kebijakan itu, kata dia, sebaiknya tidak dilakukan secara serta merta sehingga menimbulkan kerugian bagi sebagian masyarakat yang sudah lama menggunakan tabung gas dari Singapura dan Malaysia.
Mereka terpaksa membeli tabung gas Pertamina, karena tabung gas yang dimilikinya saat ini tidak dapat dipergunakan. Sementara harga tabung gas Pertamina lebih mahal dibanding tabung gas asal Singapura dan Malaysia.
“Seharusnya kebijakan itu diterapkan dari dulu, bukan sekarang. Karena masyarakat sudah terlanjut menggunakan tabung gas yang berasal dari kedua negara yang bertetangga dengan Kepri,” katanya.
Kondisi itu yang menjadikan wilayah Kepri berbeda dengan wilayah lainnya. Kemungkinan permasalahan gas di Kepri tidak terjadi di wilayah lainnya, yang letaknya jauh dari Singapura dan Malaysia.
Karena itu, kata dia, sebaiknya pemerintah membedakan kondisi wilayah dalam mengambil kebijakan, tidak memberlakukan suatu kebijakan secara merata untuk wilayah daratan dengan wilayah kepulauan.
“Hukum itu dibuat untuk melindungi dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Rudy mengimbau Pertamina memperhatikan permasalahan yang dialami masyarakat Kepri. Dia menyarankan agar Pertamina memberi izin kepada pedagang gas untuk mengisi gas ke tabung asal Singapura dan Malaysia dalam batas waktu tertentu.
Pemerintah juga dapat mengeluarkan larangan impor tabung gas bekas maupun baru dari Singapura dan Malaysia.
“Kami menyarankan Pertamina memberi kelonggaran untuk kepentingan masyarakat hingga tabung gas asal Singapura dan Malaysia itu mengalami kedaluwarsa. Masyarakat dapat membeli tabung gas Pertamina setelah tabung gas yang digunakan saat ini telah kedaluwarsa,” katanya.(*)
Tabung Gas Dari Singapura Lebih Murah
Diterbitkan pada 10 Juli 2010 oleh B- Watch

