Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis menyakini penyebab utama inflasi yang menguat saat ini karena adanya spekulasi dan salah hitung kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
“Inflasi lebih karena spekulasi dari para spekulan yang mengerek harga, di sisi lain juga kenaikan tarif dasar listrik dari PLN yang secara aktual melebihi dari persetujuan DPR sebesar 10 persen,” katanya saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Ia mengatakan, saat ini, pemerintah perlu tetap mewaspadai aksi spekulasi yang bisa menaikan harga lebih cepat.
Hal ini menurut dia karena adanya momentum bagi para spekulan untuk bermain. “Mendekati puasa dan lebaran, maka harga akan naik, namun seberapa cepat, inilah momentum para spekulan memainkan harga,” katanya.
“Selain itu, juga salah hitung kenaikan TDL, yang di lapangan bahkan untuk industtri tertentu kenaikan mencapai 80 persen, ini harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut dia, pihaknya masih meyakini target inflasi 5,3 persen tidak diubah pemerintah, meski ada tekanan yang kuat di bulan ini.
“Kecuali kalau pemerintah ingin mengubahnya,” katanya.
Sementara itu, peguatan inflasi telah mulai dirasakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Juni 2010 mencapai 0,97 persen, terutama didorong kenaikan harga bahan makanan. Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 0,29 persen.
Sedangkan pada Juli ini, inflasi diperkirakan masih tetap kuat. Kepala BPS, Rusman Heriawan mengatakan inflasi Juli dipastikan akan naik 0,22 persen dibandingkan Juni 2010 karena adanya kenaikan TDL.
Rusman sebelumnya sempat memberikan sinyal inflasi bisa melampaui target pemerintah sebesar 5,3 persen. Namun demikian, Rusman juga mengatakan, kemungkinan masih akan berada di bawah enam persen.
“Menurut saya tetap masih ada ruang untuk mengamankan inflasi antara 5,3 persen hingga 5,5 persen. Kalaupun meleset, mudah-mudahan tidak sampai menyentuh 6 persen, tapi mendekati 6 persen bisa,” kata Rusman.
Rusman juga mengatakan, adanya cuaca yang tidak menentu saat ini juga menjadi kewaspadaan terhadap Inflasi.
Untuk enam bulan ke depan, tekanan inflasi akan menguat terutama didorong oleh pola tahunan seperti Ramadhan, Iedul Fitri, Iedul Adha, Natal dan juga akhir tahun.
Bulan suci Ramadhan akan dimulai pada bulan Agustus dan berakhir pada September. Pada bulan puasa tersebut, biasanya harga-harga bahan makanan akan meningkat lebih pesat dari biasanya.(*)
Spekulasi dan Salah Hitung TDL Sebabkan Inflasi
Diterbitkan pada 16 Juli 2010 oleh B- Watch

