• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Komentar&Wacana

Skandal Century Masuk Ranah Hukum

Diterbitkan pada 27 Februari 2010 oleh B- Watch

Sejumlah tokoh politik yang ditemui oleh staf khusus Presiden Andi Arif dan Felix Wanggai sepakat bahwa penyelesaian kasus Bank Century pasca laporan Pansus DPR berada di ranah hukum sehingga penyelesaian dapat adil dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Andi Arif dan Felix Wanggai dalam keterangan pers di kompleks Gedung Dewan Pertimbangan Presiden Jakarta, Sabtu sore usai bertemu dengan Amien Rais pada Sabtu (27/2) siang di eksekutif lounge Garuda Indonesia Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita sepakat dengan tokoh-tokoh bahwa persoalan yang benar harus ditunjukkan yang benar dan yang salah harus ditunjukkan yang salah dan siapapun yang tersangkut dalam persoalan penyalahgunaan wewenang harus di proses dalam wilayah hukum,” kata Felix.

Dijelaskannya, selain bertemu dengan Amien Rais, maka staf khusus presiden bidang pembangunan daerah Felix dan Andi Arif staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan penanganan bencana alam juga bertemu dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budisantoso(Golkar) , Ketua Dewan Pembina Golkar Akbar Tandjung dan mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafi`i Maarif.

“Untuk penanganan penyalahgunaan keuangan di internal bank century harus dilakukan proses hukum dan diselesaikan dalam waktu singkat, berikutnya aspek pengawasan Bank Indonesia itu harus diberi perhatian. Berikutnya tentu yang terpenting dan kami membawa amanat Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono, red) bahwa ke depan ketika konteks ekonomi global terus mengalami perubahan, maka arahan dari Presiden adalah bagaimana kita memiliki manajemen penanganan krisis keuangan,” kata Felix.

Ia juga menambahkan pertemuan dengan para tokoh tersebut tidak khusus membahas mengenai perkembangan penanganan kasus Bank Century namun juga membicarakan berbagai hal terkait dengan nomenklatur tugas mereka sebagai staf khusus di bidang pembangunan daerah dan penanganan bencana.

“Beberapa hari terakhir kami mencoba untuk membangun tali silaturahim dengan tokoh-tokoh nasional, baik yang berlatar belakang politik maupun ormas. Maksudnya adalah yang pertama membangun tali silaturahim yang lebih erat lagi dengan tokoh-tokoh tersebut dan yang kedua sesuai dengan amanat dari Presiden agar kita selalu membangun komunikasi dengan berbagai tokoh masyarakat juga dengan simpul-simpul masyarakat,” katanya.

Sementara itu Andi Arif mengatakan pembicaraan dengan Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung, Priyo Budi Santoso, Akbar Tandjung, Syafi`i Maarif dan Amien Rais memang tidak dapat dihindari untuk membicarakan perkembangan kasus Bank Century karena situasi politik saat ini berhubungan dengan Century.

“Saya dan Felix mencoba untuk memberikan informasi, seperti tim sembilan memberi informasi untuk beberapa tokoh ini. Karena informasi kami berbeda dengan cara pandang tim sembilan,” tegasnya.

Ia menambahkan,”Sesungguhnya kalau kita mau lihat secara jernih dan jujur latar belakang pemikiran atau hipotesis yang dibangun tim sembilan dan pansus adalah terjadi arus aliran dana kepada SBY, Demokrat dan tim sukses. Tetapi setelah KPK dipanggil oleh Pansus, PPATK dipanggil , hipotesis itu menjadi bubar. Jadi seharusnya secara sadar Pansus tidak berhasil membuktikan itu kalaupun ada soal hukum di tingkat bailout maka itu ditingkat hukum. Itu yang coba kami jelaskan pada beberapa tokoh ini.”

Namun baik Andi maupun Felix menampik upaya ini merupakan bagian dari lobi yang kemudian berujung pada proses tawar- menawar.

“Tidak sama sekali kami menekan , tidak ada tawar menawar politik tidak ada sama sekali. Dan juga kita menjelaskan ada keganjilan, misalkan saat bertemu Pak Syafi`i dan juga disinggung ketika ketemu Pak Amien Rais disampaikan mengapa kita tidak pernah kejar perampokan yang disebut Pak JK sebelum terjadi krisis,” paparnya.

Bahkan Andi mensinyalir ada bukti kuat bahwa salah satu inisiator pansus kasus Bank Century melakukan pelanggaran hukum dengan modus seperti dalam kasus Edy Tansil.

“Kami menemukan beberapa bukti yang kuat dimana inisiator Pansus Century melakukan perampokan mirip Edy Tansil, dan kita punya dokumen lengkap dan sampaikan itu pada Pak Amien Rais, Buya Syafi`i Maarif, Bang Akbar Tandjung . Kalau Pak Amien bilang tadi harus diproses secara hukum tidak pandang bulu,” kata Andi.

Ia menambahkan,”kita tidak menghalang-halangi Pansus mau melakukan apa pun, cuma bahwa secara moral Pansus ini sudah rapuh, karena salah satu inisiatornya terlibat, ini bukti LC, gadai depositonya, ini bukti kepemilikan saham, 99 persen saham selalang milik saudara Misbakhun ini mirip Edy Tansil, saya tidak tahu persis tapi ini soal inisiator , rakyat dibohongi ini bahwa ada kepentingan besar dibalik salah satu insiator, apakah akan akomodir ini saya kira hukum akan ditegakkan.”

Menurut Andi, beberapa tokoh yang ditemui menyambut baik bahwa masalah Bank Century harus diselesaikan secara hukum.

“Kemudian Pak Amien juga berpesan agar apa yang tidak sempat disinggung di Pansus di ranah hukum harus segera diselesaikan”.

Sementara saat bertemu dengan Syafi`i Maarif, Andi mengatakan tokoh itu secara khusus berpesan kepada Presiden Yudhoyono mengenai kasus Bank Century yang menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Khusus Buya Syafi`i berpesan kepada SBY soal kepercayaan, karena kasus Century ini menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah dan bagaimana pemerintah bisa berjalan dengan baik bila tidak menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Menurut Andi, pesan tersebut merupakan pesan moral yang baik dan pihaknya memberikan informasi yang berimbang.

“Kita berikan info yang seimbang ini. Banyak pihak yang mencoba memanfaatkan ketidakmengertian masyarakat dari mulai kasus DPT hingga Century ini,” tegasnya.

Ketika ditanya mengapa data yang ada ini baru disampaikan sekarang, bukan saat pansus berjalan dan menjadi data tambahan, Andi dan Felix mengatakan data itu baru didapat sekarang sehingga setelah diklarifikasi ke sejumlah pihak berwenang baru bisa dipublikasikan.

Dalam kesempatan itu, menindaklanjuti data yang ada dan juga silaturahmi, maka Andi dan Felix juga berencana untuk bertemu dengan sejumlah tokoh lainnya.

Keduanya merencanakan untuk bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tokoh Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin.

Ketika ditanya apakah menjadwalkan bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, keduanya mengatakan sudah bertemu dengan Puan Maharani dan Pramono Anung.

“Sudah bertemu Pramono dan Puan, kita ingin ketemu Ibu Mega tapi cukup bertemu Puan, sama saja. Jadi pertemuan dengan Pramono dan Puan terbuka lho,” kata Andi.

Terkait dengan pertemuan dengan Amien Rais, baik Andi maupun Felix menyatakan tidak berbicara mengenai pemakzulan, namun ketika ditanya apakah ada kesepakatan mengenai hal tertentu, keduanya mengatakan ada beberapa hal pembicaraan mereka dengan Amien Rais yang tidak dapat disampaikan.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Miranda S Goeltom dan Angelina Sondakh Harus Ditahan
    2012-02-24 14:28:31 - 1 comments
  • Harga BBM dan Konstitusi
    2012-02-28 10:22:21 - 1 comments
  • Tindakan Wamen Kum dan Ham Main Tampar Kriminal
    2012-04-05 10:31:28 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • Dipastikan Pemeran Video Porno Karolin Margaret Natasha
    Mei 22, 2012 at 3:55 pm - Tidak ada Komentar
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.