Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengesampingkan kemungkinan serangan terhadap Iran terkait dengan program nuklirnya, selama kunjungan ke Qatar, Minggu, karena aksi semacam itu akan mengarah pada kehancuran Israel.
“Serangan terhadap Iran akan mengarah pada kehancuran kesatuan wilayah Zionis,” katanya pada jumpa pers di Doha bersama Emir Qatar Syeikh Hamad bin Khalifa al-Thani setelah perundingan mereka
Selain itu Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mempertanyakan penerimaan naratif dari serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, dan mengatakan bahwa hal itu masih belum jelas siapa di belakang serangan tersebut.
“Sesuatu telah terjadi di New York dan belum ada seorangpun mengetahui siapa aktor intelektualnya,” kata Ahmadinejad kepada para diplomat dan para pemimpin redaksi media mssa pada Ahad malam ketika menyampaikan penjelasan tentang kunjungan ke Qatar.
“Tidak ada pihak independen yang diizinkan untuk berusaha mengidentifikasi pelaku penyerangan,” ujarnya.
“Mereka mengatakan para teroris bersembunyi di Afghanistan dan NATO pun mengerahkan semua kekuatannya dan menyerang Afghanistan,” kata Ahmadinejad.
“Mereka mengatakan dalam serangan di Menara Kembar itu menewaskan 2.000 orang. Di Afghanistan sejauh ini menewaskan lebih dari 110.000 orang,” paparnya.
Pemimpin Iran itu dalam beberapa kesempatan telah mempertanyakan penerimaan versi serangan 11 September sebagai dilakukan oleh Al Qaida, yang menewaskan 3.000 orang di AS.
Pada Maret, ia menyebut serangan itu sebagai “pembohongan besar”, media Iran melaporkan.
Iran berselisih dengan pemerintah negara-negara Barat menyangkut program nuklirnya.
Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan sanksi keempat kalinya paad 9 Juni karena Iran gagal memenuhi ultimatum menyangkut pengayaan uranium, suatu proses yang dapat memproduksi bahan bakar reaktor nuklir yang mengarah kepada pembuaan bom atom. Uni Eropa, Jepang dan AS telah memberlakukan sanksi tambahan dari putusan PBB.
Negara-negara Barat menuduh program nuklir Iran sebagai dalih untuk pembuatan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah keras oleh Iran.(afp/*)

