Badan Pengurus Nasional Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) menyatakan kemampuan orang Indonesia membuat program situs porno (negative) cukup tinggi, dari 1 juta situs negatif yang berhasil di filter oleh Domain Number System (DNS) Nawala, sepertiganya adalah situs buatan Indonesia.
“Sepertiga dari 1 juta situs negatif yang berhasil kita saring semuanya adalah program buatan Indonesia, kita tidak perlu berbangga hati dengan ini. Kemampuan orang Indonesia membuat konten negatif cukup tinggi,” ujar Ketua Umum BPN AWARI, Irwin Day, Kamis.
Irwin menjelaskan, ada empat situs negatif paling utama yang dibuat programer Indonesia yakni pornografi, perjudian, penipuan dan situs mengandung virus.
“Situs tersebut berisi teks foto maupun video,” katanya.
Ia mengatakan, situs negatif tersebut, cukup banyak tersedia di jaringan internet. Penggunanya cukup banyak, tapi tidak sebanyak penggunaan situs-situs lainnya.
Saat ditanyakan siapa pembuatan situs tersebut apakah perorangan atau sebuah kelompok organisasi atau lembaga institusi, BPN AWARI tidak bisa memastikan pembuat situs negatif tersebut apakah dilakukan oleh perorangan atau institusi, karena kesulitan pendataan.
Keberadaan situs-situs negatif tersebut selama Ramadan dibatasi oleh Pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring meminta provider dan pengusaha warung internet (warnet) untuk memblokir situs negatif tersebut.
Menanggapi komitmen pemerintah pusat, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Bogor bersama BPN AWARI menggelar kerjasama yakni menyaring situs negatif dengan memasang DNS Nawala di warnet-warnet yang ada di Kota Bogor.
“Ada 250 warung internet yang terdaftar di Kota Bogor, secara bertahap akan kita pasang DNS Nawala, tujuannya untuk menciptakan warnet sehat bebas dari akses situs negatif, sebagai bentuk gerakan moral Dishubkominfo mewujudkan Bogor Kota Halal,” ujar Kepala Dinas Perhuhungan Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Achmad Syarief.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara Dishubkominfo dan BPN AWARI yang dilakukan kemarin. Syarief menjelaskan, pencanangan warnet sehat pada bulan Ramadan sebagai momen yang tepat untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat.
Rencanannya, warnet sehat akan terus berlanjut hingga terimplementasi secara tepat sehingga dapat mewujudkan Bogor Kota Halal.
Teknisnya, kata Syarief, setiap warnet yang sudah menggunakan DNS Nawala akan di pasang stiker yang menginformasikan warnet tersebut sebagai warnet sehat yang bebas dari situs-situs negatif.
“Sehingga para orang tua tidak lagi khawatir dengan anak-anak mereka yang sering main di warnet,” ujarnya.
Syarief menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menciptakan kondisi kondusif di Kota Bogor dan mencegah terjadinya aksi-aksi sweeping dari kalangan tertentu yang dikhawatirkan akan menganggu stabilitas pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
Ketua Umum BPN AWARI, Irwin Day menyebutkan DNS Nawala telah dibentuk pada tahun 2007, pada tahun 2008 dilakukan uji coba kelayakan DNS Nawala menyaring situs-situs yang mengandung unsur negatif seperti pornografi, judi, penipuan dan virus.
“Pada 2009 kami meluncurkan dan mencoba mengenalkan program ini kepada pemerintah dan Alhamdulillah, 2010 pemerintah merespon dan untuk pertama kalinya dicanangkan di Kota Bogor,” ujar Irwin.
Irwin berharap gerakan ini dapat ditiru oleh daerah lainnya, sehingga penyebaran situs-situs negatif di masyarakat dapat tersaring. Untuk penggunaan DNS Nawala, Irwin mengatakan bebas tidak dipungut biaya apapun.(*)
Sepertiga Situs Porno Buatan Orang Indonesia
Diterbitkan pada 12 Agustus 2010 oleh B- Watch

