• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Ekonomi

Semua Capres Tak Lepas Dari Faham Neolib

Diterbitkan pada 25 Mei 2009 oleh B- Watch

Semua Calon Presiden/Calon Wakil Presiden (Capres/Cawapres) sebenarnya tak terlepas  dari faham neolib. Namun karena pandainya ekonom pendukung masing-masing  Capres/Cawapres mengemas informasi, maka Capres/Cawapres yang dicap neolib itu cuma pasangan SBY – Boediono.

Setidaknya demikianlah pendapat pengamat ekonomi, Kodrat Wibowo. Menurut dia, tidak ada satupun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bisa bebas dari penerapan system ekonomi neoliberislime (neolib). “Saya kira, tidak ada yang bisa bebas dari neolib. Mungkin hanya pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang akan mencoba melepaskan diri karena menganggap neolib sebagai racun,” kata pengamat dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu, Minggu. Dia mengatakan, pihak JK-Wiranto menganggap neolib sebagai faham kutukan yang dibawa pengatur kebijakan ekonomi masa lalu.

Sementara untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan Megawati-Prabowo, kata Kodrat, akan sama saja. “SBY dan Mega tidak bakal mudah terlepas dari neolib karena sudah menjadi cap bagi mereka,” katanya.

Meski begitu, dia mengingatkan, apapun faham yang diterapkan pasangan capres-cawapres, yang teramat penting adalah bagaimana mereka bisa mengakomodir kepentingan rakyat. “Yang penting adalah bagaimana membagi kue pembangunan pada rakyat kecil yang selama ini terabaikan,” katanya.

Jafar Hapsah, anggota tim ekonomi SBY-Boediono, Sabtu, di Jakarta, membantah SBY-Boediono menganut faham neolib. “Jangan menganggap SBY-Boediono itu neolib. ‘Platform’ ekonomi mereka adalah kesejahteraan rakyat. Pemerintahan SBY mengatur seluruh perekonomian, untuk menciptakan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Namun dia mengingatkan, tidak satu pun negara di dunia ini yang tidak ikut kaedah-kaedah pasar. Dia mengatakan, perekonomian dunia pada hakekatnya pertarungan kebebasan yang diserahkan pada mekanisme pasar. “Namun, tidak ada negara yang tidak mengontrol sistem perekonomian, termasuk Amerika sekalipun,” katanya.

Dia mengatakan, cap neolib pada SBY muncul di saat pencalonan Boediono sebagai cawapres. “Padahal Boediono itu pendidikannya ‘di Universitas Gajah Mada (UGM)’, kampus yang memberi perhatian terhadap ekonomi rakyat,” katanya.

Sjukrianto Yulia, Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menegaskan, Prabowo merupakan cawpres yang konsen pada ekonomi rakyat. “Ekonomi rakyat itu istilah yang dipopulerkan Prabowo. Selain itu, Sumitro, ayah Prabowo adalah seorang pakar ekonomi rakyat,” katanya.

Selama ini, katanya, hanya Prabowo yang berani mengatakan kebijakan ekonomi telah salah. Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, yang kini berada di kubu JK-Wiranto menegaskan, bila nanti terpilih JK-Wiranto akan menghentikan faham neolib yang sudah 40 tahun berjalan di Indonesia. Dia mengatakan, neolib telah menyebabkan rakyat semakin miskin.

Terlepas dari perdebatan neolib atau bukan, yang penting menurut Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, rakyat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya, dan Indonesia umumnya harus memilih pemimpin yang visioner.

“Pemimpin visioner adalah pemimpin yang dapat menjalankan tugas kepemimpinan nasional dengan berpegang pada UUD 1945 dan Pancasila menuju Indonesia masa depan yang lebih baik,” katanya di Yogyakarta, Minggu malam.

Menurut Sultan pada peringatan hari jadi ke-262 Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bangsa ini membutuhkan perubahan menuju Indonesia masa depan yang lebih baik, sehingga kehadiran pemimpin visioner sangat penting.

“Pada peringatan hari jadi keraton menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden 2009, marilah kita mohon petunjuk Allah SWT agar capres-cawapres ditunjukkan jalan untuk berlomba dalam kebaikan, sehingga dapat menjadi pemimpin yang visoner yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sultan mengatakan dirinya yang mendapat dukungan keluarga dan kerabat keraton, mencoba memperluas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan mendeklarasikan diri sebagai capres.

“Melihat keadaan rakyat nusantara selama ini meneguhkan tekad saya untuk mengabdi bagi ibu pertiwi, tetapi akhirnya Allah SWT belum memberi kesempatan. Namun demikian, ada hikmah penting yang dapat dipetik dari kejadian itu,” katanya.

Menurut dia, dirinya bertekad bersama rakyat akan terus mengawasi siapa pun nanti yang dipercaya memimpin bangsa dan negara dalam menjalankan pemerintahan, serta akan melanjutkan ide perubahan sebagai kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Kedudukan Sultan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah realita dalam upaya melestarikan nilai budaya bangsa yang tersirat dan tersurat dalam UUD 1945. Untuk itu, seorang Sultan harus dapat bermanfaat bagi rakyat,” kata Sultan HB X yang juga Gubernur DIY ini.

Ia mengatakan peringatan hari jadi keraton yang diisi dengan sema’an Alquran dan mujahadah akbar ini, merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri. “Dalam proses penyucian hati terkandung refleksi diri, sehingga di saat yang tepat saya akan mempertanggungjawabkan semuanya kepada rakyat,” katanya.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.