Bank Pembangunan Islam (IDB) pada Minggu mengumumkan tambahan satu miliar dolar AS lagi untuk mendukung para petani di negara-negara berkembang terkait dengan proyek Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
FAO mengungkapkan pengumuman IDB itu menjelang pertemuan ketahanan pangan di Roma yang diikuti 60 pemimpin dunia.
“Perjanjian ini datang di momen yang penting, saat komunitas internasional mengakui telah mengabaikan pertanian untuk beberapa tahun lamanya,” kata FAO dalam pernyataan tertulisnya.
“Investasi berkelanjutan di pertanian — khususnya pertanian untuk para pemilik kecil — diakui sebagai kunci ketahanan pangan.”
Dana itu akan didistribusikan selama tiga tahun ke depan untuk membiayai proyek-proyek di negara-negara anggota IDB dan FAO akan menyediakan dukungan teknis untuk pelaksanaannya.
Dana segar dari IDB akan menambah total investasi dalam proyek gabungan antara IDB dan FAO yang mencapai lima miliar dolar AS.
Perjanjian itu dicapai pada Minggu di Roma antara Presiden IDB Dr Ahmad Mohamed Ali dan Ketua FAO Jacques Diouf.
Sementara itu para ibu negara dari negara-negara Gerakan Nonblok, termasuk isteri Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, menyelenggarakan pertemuan puncak tentang pertanian di Roma, Minggu malam saat perundingan badan PBB tentang kelaparan dunia.
Pertemuan itu dipimpin Suzanne Sabet, isteri Presiden Mesir Hosni Mubarak, dan fokus pembicaraan pada peran perempuan dalam pertanian dan akses mereka di sektor yang menyerap 40 persen tenaga kerja perempuan di sektor pertanian itu.
Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), 428 juta perempuan dan 608 juta laki-laki bekerja di sektor pertanian.
Azam Al Sadat Farahi, isteri Presiden Iran, juga ikut ambil bagian di pertemuan itu meski negerinya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Mesir.
Ahmadinejad tidak menghadiri pertemuan ketahanan pangan yang diselenggarakan badan pangan dan pertanian PBB (FAO), yang dimulai Minggu.
Kairo dan Teheran mengalami putus hubungan diplomatik setahun setelah para revolusioner Islam menjungkalkan Syah Iran yang pro-Barat pada 1979.(afp/*)

