Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu sore melemah menjauhi angka Rp9.000 per dolar, karena meningkatnya aksi lepas mata uang Indonesia tersebut.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah 22 poin menjadi Rp9.022-Rp9.032 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.000-Rp9.010.
Pengamat pasar uang, Farial Anwar memperkirakan rupiah sepanjang pekan ini masih di kisaran Rp9.000-Rp9.100 per dolar, karena Bank Indonesia (BI) terus menjaganya di pasar agar gejolak rupiah tidak terlalu kuat.
Rupiah selama tiga pekan ini cenderung berada di atas Rp9.000 per dolar, karena BI tetap berada di pasar, apabila rupiah di bawah Rp9.000 per dolar, maka BI akan melakukan pembelian rupiah, katanya di Jakarta, Rabu.
Farial Anwar mengatakan, posisi rupiah saat ini dinlai cukup positif karena baik eksportir maupun importir dapat melakukan usaha dengan baik bahkan pendapatan devisa BI dari sektor ekspor cukup berarti.
“Kami optimis apabila rupiah berada dalam kisaran Rp9.000 sampai Rp9.100 per dolar dalam waktu lama menunjukkan kestabilan ekonomi di dalam negeri sangat baik, ” ucapnya.
BI, menurut Farial Anwar, akan tetap di pasar menjaga gerak rupiah yang cenderung menguat, akibat aliran dana asing yang masuk terus meningkat.
BI menginginkan rupiah tetap stabil di atas angka Rp9.000 per dolar yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan dengan baik.
Namun masuknya aliran dana asing itu jangan diartikan bahwa stabilitas ekonomi terjaga, ujarnya.
Ia mengatakan, rupiah dinilai masih cukup aman tidak perlu dikhawatirkan, karena koreksi harga yang terjadi belum berpengaruh terhadap pasar.
Rupiah diperkirakan masih ada peluang untuk naik lagi meski pasar saat ini cenderung negatif, ucapnya.(*)

