• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Lingkungan Hidup

Redd Komitmen Vital Untuk Hutan Tropis

Diterbitkan pada 27 Mei 2010 oleh B- Watch

“Prince of Wales” atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Charles menyatakan, Kemitraan REDD yang diadopsi oleh sedikitnya 50 negara dalam Konferensi Iklim dan Kehutanan Oslo 2010 merupakan komitmen vital untuk menyelamatkan hutan hujan tropis dunia.
“Saya kira ini adalah pernyataan vital untuk menyelamatkan hutan hujan tropis dunia dan masa depan bersama,” kata Pangeran Charles dalam Konferensi Iklim dan Kehutanan di Oslo, Norwegia, Kamis pagi waktu setempat.
Pada pertemuan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak selaku pimpinan bersama PM Norwegia Jens Stoltenberg..
Charles menyambut baik kesepakatan REDD tersebut karena merupakan bukti bahwa sejumlah negara tetap memegang teguh komitmennya dalam mengatasi perubahan iklim.
Ia juga menyebut kesepakatan yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia Rabu (26/5) merupakan suatu terobosan bagi program tersebut.
Namun putra mahkota Kerajaan Inggris itu mengingatkan bahwa keadilan tetap harus diperhatikan dalam melaksanakan mekanisme itu terutama yang terkait dengan pertanian.
Pada kesempatan itu Charles juga mengemukakan kekagumannya atas komitmen negara yang tergabung dalam Kemitraan REDD karena dapat menyetujui sebuah kerangka kerja yang didasarkan atas sistem pembayaran berdasarkan hasil
Pangeran Charles beberapa waktu terakhir terlibat dalam berbagai aktivitas penyelamatan lingkungan.
Ia sempat menyinggung tentang pentingnya pelestarian alam termasuk menjaga keberadaan dan luas hutan tropis serta mengajak semua pihak untuk terlibat aktif saat memberikan “kuliah kepresidenan” di Istana Negara di sela lawatannya ke Indonesis pada November 2008.
Mantan suami dari mendiang Lady Diana itu bahkan menegaskan bahwa pengelolaan alam diamanatkan oleh seluruh agama.
Dalam lawatannya ke Indonesia, ia juga berkunjung ke Jambi dan memberikan bantuan untuk program konservasi hutan.
Ia juga memanfaatkan momentum berkumpulnya para pemimpin negara kelompok G20 di London, April 2009, untuk melontarkan ide penggalangan dana demi keselamatan hutan dunia.
Pangeran Charles mengundang kepala negara dan pemerintahan kelompok G20 menghadiri pertemuan selama 40 menit di Clarence House, London, itu.
Salah satu agenda yang diusung Inggris sebagai tuan rumah pertemuan G20 2009 adalah mewujudkan pembangunan yang beremisi karbon rendah sebagai satu paket dari agenda jangka panjang pembangunan kembali perekonomian dunia.
Negara yang mengadopsi Kemitraan REDD pada Konferensi Iklim dan Kehutanan Oslo adalah Angola, Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Burundi, Kamboja, Kamerun, Kanada, Republik Afrika Tengah, China, Kolombia, Chad, Kosta Rica, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Republik Dominika, Finlandia, Perancis, Gabon, Jerman, Ghana, Guyana, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kenya. Laos, Malaysia, Mali dan Meksiko.
Selanjutnya Nepal, Belanda, Nigeria, Norwegia, Panama, Papua Nugini, Peru, Filipina, Republik Kongo, Rusia, Rwanda, Singapura, Slovenia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Swis, Thailand, Togo, Uganda, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Miranda S Goeltom dan Angelina Sondakh Harus Ditahan
    2012-02-24 14:28:31 - 1 comments
  • Harga BBM dan Konstitusi
    2012-02-28 10:22:21 - 1 comments
  • Tindakan Wamen Kum dan Ham Main Tampar Kriminal
    2012-04-05 10:31:28 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • Dipastikan Pemeran Video Porno Karolin Margaret Natasha
    Mei 22, 2012 at 3:55 pm - Tidak ada Komentar
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.