Tidak hanya di Indonesia, krisis ekonomi global yang sih terus menghantam, di Jepang pun makin bertambahnya pekerja yang akan kehilangan pekerjaan mereka hingga Oktober tahun ini.
Berdasarkan survei nasional yang digelar Kementerian Tenaga Kerja Jepang terhadap rencana perusahaan hingga Oktober 2009, tercatat sekitar 223.000 pekerja tidak tetap yang akan kehilangan pekerjaan mereka, demikian NHK di Tokyo, Selasa.
Hingga pertengahan Juni 2009, survei memperlihatkan jumlah pekerja tidak tetap yang akan menganggur pada bulan September saja sebanyak 7.000 orang.
Sedangkan sebanyak 137.000 lagi, atau lebih dari 60 persen, merupakan karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan-perusahaan temporer. Hampir 50.000 lagi merupakan pekerja musiman, dan sekitar 17.000 adalah pekerja kontrak.
Hanya 31,4 persen dari 96.000 pencari kerja yang memperoleh pekerjaan kembali setelah sebelumnya diberhentikan oleh perusahaan asal.
Sementara itu, angka pengangguran Jepang mencapai tingkat tertingginya dalam lebih dari lima tahun pada Mei, meningkat menjadi 5,2 persen dibanding 5 persen pada April, menurut data pemerintah yang dikeluarkan, Selasa.
Angka tersebut sedikit lebih buruk ketimbang prediksi pasar rata-rata 5,1 persen, di mana angka itu masih di bawah tingkat tinggi yang dicatat negara itu pasca Perang Dunia II yakni 5,5 persen, yang mana terakhir terlihat pada April 2003, kata kementerian tersebut.
Data serupa dari kementerian tenaga kerja menunjukkan di mana hanya ada penawaran 44 lapangan kerja untuk setiap 100 pencari kerja pada Mei, turun dari 46 pada April.(*)
Ratusan Ribu Pekerja Jepang Di PHK
Diterbitkan pada 30 Juni 2009 oleh B- Watch

