Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menabuh beduk mengawali acara Takbir Akbar Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam.
Presiden yang mengenakan baju koko putih berpadu celana panjang dengan warna serupa menabuh beduk setelah acara Takbir Akbar dibuka dengan sambutan Menteri Agama Suryadharma Ali.
Kepala Negara menabuh beduk selama kurang lebih 15 detik dengan tabuhan berirama.
Presiden menabuh beduk berdiameter sekitar 1 meter itu dengan didampingi oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Ketua Panitia Takbir Akbar Priyo Budi Santoso, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Setelah menabuh beduk, Presiden mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Atas nama negara, pemerintah, dan pribadi, dengan semangat kemenangan Ramadhan, dan semangat persatuan dan persaudaraan, saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1431 Hijriah,” kata Presiden.
Kepala Negara berharap seluruh warga negara Indonesia melanjutkan ibadah untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.
Setelah memberikan ucapan selamat secara singkat, gema takbir berkumandang di Masjid Istiqlal.
Beberapa saat kemudian, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono meninggalkan Masjid Istiqlal.
Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati bersama para pejabat negara lainnya juga menyusul meninggalkan tempat acara.
Presiden berada di tempat acara Takbir Akbar selama 15 menit. Presiden dan rombongan tiba sekitar pukul 20.00 WIB dan meninggalkan tempat acara pada 20.15 WIB.
Selama acara berlangsung, Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden duduk di barisan paling depan,didampingi sejumlah pejabat negara dan petinggi partai politik.
Pejabat dan petinggi partai politik yang hadir, antara lain Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.
Kemudian, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menko Kesra Agung Laksono, serta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Takbir Akbar di Masjid Istiqlal dihadiri sedikitnya 15 ribu orang yang merupakan perwakilan masjid dan kelompok zikir se-Jabodetabek.
Rangkaian acara Takbir Akbar Nasional yang mengusung tema “Islam Membawa Damai” itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Takbir Akbar Nasional Priyo Budi Santoso dan Menteri Agama Suryadharma Ali.
Sekretaris Umum Panitia Takbir Akbar Nasional Suwito menjelaskan Takbir Akbar juga diisi dengan acara penyerahan bantuan paket Idul Fitri masing-masing sebesar Rp200 ribu kepada lima ribu anak yatim piatu dan duafa se-Jabodetabek.
Bantuan paket Lebaran itu berasal dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam BUMN Peduli Anak Yatim Piatu.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Ketua Panitia Takbir Akbar Priyo Budi Santoso mengatakan beberapa negara sahabat takjub dengan tradisi takbiran di Indonesia.
“Kemarin, para duta besar negara sahabat menyampaikan rasa takjub tradisi takbiran di Indonesia. Mereka terinspirasi untuk dapat melaksanakan kegiatan serupa di negaranya,” katanya saat membuka Takbir Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Menurut dia, tradisi takbir menunjukkan persatuan antarumat dan juga pemimpinnya serta para alim ulama.
Selain itu, Priyo juga mengucapkan selamat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berulang tahun pada malam takbiran ini.
“Kepada Bapak Presiden kami haturkan selamat ulang tahun,” katanya.
Ia menambahkan semoga keberkahan pada malam takbiran ini juga akan menjadi berkah bagi Presiden dalam memimpin bangsa.
Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali dalam sambutannya mengatakan Islam bukanlah sekadar formalisme, melainkan agama yang teraktulisasikan dan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat takbir, dia berharap mampu membuat bangsa Indonesia lebih baik.
Dalam sambutan tersebut, Menteri Agama juga mengucapkan selmat ulang tahun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara itu, seribuan umat Islam berkumpul dalam Masjid Istiqlal untuk ikut berpatisipasi dalam takbir akbar tersebut.(*)

