Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Roem Kono mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera memperbaiki kinerja kabinetnya dengan melakukan langkah-langkah darurat untuk menyelamatkan ekonomi bangsa.
“Kerja kabinet ini perlu diperbaiki kembali. Presiden Yudhoyono harus memperbaiki kinerja kabinetnya untuk mengatasi persoalan ekonomi,” kata Roem Kono di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut Roem Kono menjelaskan, masyarakat saat ini merasakan beban hidup yang berat. Kenaikan Tarif Dasar Listrik, tambahnya, berpengaruh langsung atas melambungnya harga-harga kebutuhan pokok.
Menurut Roem, jika pemerintah tak segera mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi masalah itu, bisa menjadi ganjalan bagi pemerintah.
“Kalau saya lihat Presiden Yudhoyono sangat menjaga pencitraan, tapi kalau harga-harga kebutuhan pokok melambung, citra apa lagi yang harus dipertahankan,” katanya.
Menurut Roem, langkah darurat mendesak harus segera dilakukan sebelum menjadi “bola liar”.
Sementara menyangkut pemberitaan mengenai beberapa anggota kabinet yang tertidur saat mengikuti rapat kabinet, Roem mengatakan, hal itu sangat manusiawi dan bukan merupakan kesalahan para menteri.
“Mungkin karena mereka baru nonton bola bareng di Cikeas dan terlalu banyak rapat, sehingga mereka kelelahan,” kata Roem yang juga anggota Komisi V DPR itu.
Menurut Roem, kejadian tersebut menunjukkan adanya sistem yang salah dalam pemerintahan.
Sebelumnya, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/7), mengatakan, pelaksanaan 49 subrencana aksi pemerintah masuk dalam kategori mengecewakan.
Sebanyak 49 subrencana aksi yang masuk kategori mengecewakan itu adalah sebagian dari 369 subrencana aksi yang termuat dalam Inpres 1/2010. Ratusan subrencana aksi itu adalah pengembangan dari 70 program dan 155 rencana aksi yang telah ditetapkan pemerintah.(*)
Presiden Didesak Perbaiki Kinerja Kabinet
Diterbitkan pada 13 Juli 2010 oleh Nurmimi

