• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Kegiatan Kepala Negara

Presiden Beri Uang Duka Pada Keluarga Korban Silaturahmi

Diterbitkan pada 10 September 2010 oleh B- Watch

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan uang duka kepada keluarga Joni Malela, warga yang tewas terinjak kerumunan yang ingin bersilaturahmi Lebaran dengan Presiden.
Kepala Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, D.J. Nacrowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, mengatakan Presiden Yudhoyono sangat terkejut setelah mendengar ada warga yang meninggal terinjak-injak kerumunan ketika ingin bersalaman dengannya.
“Bapak Presiden sangat terkejut dan juga sangat prihatin karena masalah itu,” ujarnya.
Untuk menunjukkan keprihatinan, kata Nacrowi, Kepala Negara memberika uang duka senilai Rp10 juta yang diberikan kepada Euis, istri Joni, yang sekarang berada di Kepolisian Sektor Gambir, Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan.
“Sekarang petugas istana sedang menuju ke polsek untuk memberikan uang duka Rp10 juta cukuplah untuk membantu yang bersangkutan dalam rangka musibah,” tuturnya.
Nacrowi menjelaskan Presiden menerima sekitar 3.500 warga yang ingin bersilaturahmi sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB.
Tidak semua warga yang mengantre sejak pagi bisa bersalaman dengan Presiden. Petugas membatasi masyarakat yang bisa masuk sehingga masih ada sekitar seribu warga yang gagal bersilaturahmi dengan Kepala Negara.
Usai menggelar silaturahmi terbuka dengan masyarakat, Presiden Yudhoyono pada Jumat sore langsung pulang ke kediaman pribadi di Puri Cikeas Indah, Kabupaten Bogor.

Pihak Istana Kepresidenan sedang menelusuri penyebab kematian Joni Malela (45 tahun), warga Cinangka, Kabupaten Bogor, yang meninggal dunia karena terinjak-injak kerumunan masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan kepolisian sektor (Polsek) setempat.
“Saya sedang berkoordinasi, minta Polsek memastikan korban tewas itu. Tapi yang jelas itu `kan kerumunan dari pengunjung berdesakan di luar, bukan karena tindakan atau kekerasan yang dilakukan oleh petugas,” katanya.
Julian menjelaskan, ia sempat memeriksa apakah petugas di lapangan bertindak di luar prosedur.
Namun, ia memastikan semua petugas berada di dalam halaman Gedung Sekretariat Negara sedangkan masyarakat yang saling mendorong berada di luar.
“Ini yang kita imbau agar mereka bisa menahan diri. Jangan sampai terjadi aksi saling dorong dan tidak berusaha memaksakan diri untuk masuk ke dalam,” ujar Julian.
Julian mengatakan bahwa Presiden menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut.
Joni Malela berusia 45 tahun menghembuskan nafas terakhir di mobil ambulance setelah lama terdorong-dorong di depan pintu pagar Gedung Sekretariat Negara, Jalan Majapahit.
Menurut keterangan saksi mata, Joni sempat ingin mundur dari kerumunan namun tetap terdorong ke depan hingga akhirnya terinjak-injak.
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang bertugas di depan Gedung Sekretariat Negara, Theresia Indah Susanti, menjelaskan kondisi Joni sudah lemas ketika dibawa ke ambulance dan hanya mendapatkan perawatan selama 10 menit sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Sempat diberi oksigen namun tidak bereaksi akhirnya meninggal dunia,” ujar Theresia.
Menurut Theresia, Joni meninggal tanpa ada luka-luka sehingga disimpulkan meninggal dunia karena kehabisan nafas akibat terinjak-injak.
Jenazah Joni, penyandang tuna netra warga Cinangka, Kabupaten Bogor, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Aksi dorong-dorongan ribuan warga terjadi di depan pintu pagar Sekretariat Negara sebelum dibuka pada pukul 14.00 WIB.
Belasan warga pun sempat pingsan karena tergencet di celah pintu pagar yang hanya dibuka sedikit.
Beberapa warga mengaku antusias datang bersilaturahmi dengan Presiden Yudhoyono karena mendengar informasi mendapakan uang Rp300 ribu rupiah.
Julian membantah informasi tersebut berasal dari lingkungan Istana Kepresidenan.
Namun, ternyata pihak Istana membekali uang transport sebesar Rp100 ribu kepada penyandang cacat yang telah bersilaturahmi kepada Presiden Yudhoyono.
Pintu keluar untuk para penyandang cacat dipisahkan dari warga biasa dan mereka mendapatkan amplop uang transport selain bingkisan kue dan air mineral.
Menurut pegawai yang menyerahkan amplop tersebut, pimpinannya memberikan arahan agar uang transport hanya diberikan kepada penyandang cacat.
Sedangkan warga biasa yang sehat jasmani hanya mendapatkan bingkisan kue dan air mineral.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.