Sekitar 40 orang pengurus Pemuda Pancasila Provinsi Kepulauan Riau “sweeping” wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia di Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang, Selasa.
Aksi serupa juga dilakukan di Batam dan Kabupaten Karimun, kata Ketua Pemuda Pancasila Kepulauan Riau (Kepri) Banjir Simarmata dan itu dilakukan sebagai sikap menolak kedatangan warga Malaysia masuk ke Provinsi Kepri.
Penolakan itu dipicu sikap arogansi oknum Kepolisian Malaysia yang berani memasuki wilayah Indonesia dan menahan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri yang menangkap tujuh nelayan Malaysia di perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan pada Jumat pekan lalu.
“Kami kecam tindakan oknum Kepolisian Malaysia. Namun penyelesaian kasus di perairan Tanjung Berakit kami percayakan kepada Pemerintah Indonesia,” ungkap Simarmata.
Mereka memasuki Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dengan mengenakan pakaian seragam Pemuda Pancasila, namun tidak berhasil menemukan wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia.
Pengurus Pemuda Pancasila menunggu kedatangan feri yang mengantarkan warga Malaysia ke Tanjungpinang mulai sejak 10.30 WIB. Hingga pukul 11.30 WIB tidak ada satu pun feri Malaysia-Tanjungpinang yang merapat di Pelabuhan Sri Bintan pura.
Namun pengurus Pemuda Pancasila menyerukan pihak Imigrasi menolak warga Malaysia memasuki wilayah Indonesia.
Aksi Pemuda Pancasila itu menarik perhatian polisi yang berjaga-jaga sekitar pelabuhan. Aksi Pemuda Pancasila di pelabuhan tidak membuahkan hasil setelah Kapolresta Tanjungpinang AKBP Djoko Rudi melakukan negosiasi dengan Simarmata.
“Mari tinggalkan pelabuhan karena hampir memasuki shalat Dzuhur,” kata Simarmata kepada pengurusnya.(*)
PP “Sweeping” Wisman Malaysia
Diterbitkan pada 17 Agustus 2010 oleh B- Watch

