
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso
Panglima TNI Djoko Santoso melaporkan mengenai jatuhnya pesawat intai maritim Nomad TNI Angkatan Laut yang jatuh di Kalimantan Timur kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, usai rapat kabinet terbatas membahas penanganan bencana gempa di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, Panglima TNI melaporkan bencana jatuhnya pesawat tersebut di sela-sela rapat.
“Tadi waktu rapat Presiden dilaporkan lewat secarik kertas dari Panglima TNI bahwa ada pesawat yang jatuh,” ujarnya.
Presiden, lanjut Andi, kemudian meminta Panglima untuk memeriksa kebenaran serta penyebab peristiwa tersebut termasuk apakah bencana itu menelan korban jiwa atau tidak.
Pesawat intai maritim Nomad TNI Angkatan Laut jatuh dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Senin siang. Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut yang jatuh pada Senin siang ini ditemukan di Desa Sengkatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.
“Pesawat ditemukan terpecah dua di Desa Sekatak, Kabupaten Bulungan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Komisaris Besar Rudi Pranoto saat dihubungi dari Samarinda, Senin.
Menurut Rudi, empat penumpang ditemukan tewas sementara lima penumpang lainnya luka berat. “Dari infomasi warga, pesawat itu ditemukan di sebuah tambak dengan empat penumpang tewas dan lima lainnya mengalami luka berat,” kata Rudi.
Namun, Rudi Pranoto mengaku belum bisa memastikan kondisi secara pasti korban dan pesawat sebab pihaknya masih menghimpun informasi lebih jauh.
“Kami masih menghimpun informasi dan itu hanya informasi awal dari masyarakat setempat,” katanya.
Pesawat intai maritim Nomad TNI Angkatan Laut bernomer AP 837 dengan rute Tarakan Long Bawang, Kabupaten Nunukan sebelumnya diperkirakan jatuh di Kabupaten Nunukan.
Pesawat yang dipiloti Lettu Erwin tersebut terbang dalam rangka patroli maritim rutin dengan membawa sembilan orang awak dan penumpang.(*)

