Pertamina EP menandatangani kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) senilai US$377,5 Juta untuk memasok gas ke PLN Sumatera Utara selama 8 tahun, terhitung tanggal pengaliran gas 28 Juli 2009. Rilis resmi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin [27/7], Pertamina EP akan memasok gas sebesar 65,65 milliar standar kubik feet (BSCF/Billion Standard Cubic Feet) atau sekitar 35 juta kaki kubik perhari (MMSCFD), untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN di Sumatera Utara.
Acara penandatanganan dilaksanakan akhir pekan kemarin. Mewakili pihak Pertamina EP Presiden Direktur Pertamina EP Salis S. Aprilian, sedangkan pihak PT PLN diwakili oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar. Turut menyaksikan, Wakil Kepala BP MIGAS Abdul Muin.
Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian menyatakan, penandatangan kontrak ini kembali mengukuhkan dominasi Pertamina EP sebagai pemasok utama gas dan sekaligus produsen gas terbesar yang memasok kebutuhan di dalam negeri.
Pertamina EP terus berupaya untuk mengembangkan prospek-prospek baru yang memiliki potensi pasar yang baik, serta mencari cadangan-cadangan baru untuk mendukung upaya peningkatan produksi Minyak dan Gas.
Pasokan gas akan dialirkan dari lapangan Kambuna yang terletak di lepas pantai Sumatera Utara mulai 28 Juli 2009, dengan jumlah produksi awal sebesar 30 MMSCFD dan konsensat sebesar 3500 barrel per hari (BOPD). Dengan demikian disamping memberikan tambahan produksi gas untuk menghemat pemakaian BBM untuk pembangkit listrik, produksi lapangan Kambuna juga memberikan tambahan produksi Minyak Pertamina EP yang saat ini berada pada kisaran 130.000 BOPD.
Pertamina EP merupakan produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik, dengan tingkat produksi gas saat ini mencapai 1057 MMSCFD (juta kaki kubik perhari). Dari jumlah tersebut, 28% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22 persen untuk memenuhi kebutuhan industri, 18 persen untuk industri pupuk, 18 persen untuk pasokan ke pembangkit listrik dan 14 persen lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina dan pemakaian sendiri.
Berdasarkan data BP Migas, saat ini Pertamina EP menempati posisi kedua dalam peringkat 10 besar produsen migas di Indonesia, dengan tingkat produksi minyak telah berhasil melampaui target produksi 2009 sebesar 125.500 BOPD. (*)

