• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
  • Hukum
    • HAM
    • Hukum&Ekonomi
    • Hukum&Korupsi
    • Hukum&Kriminal
    • Terorisme
  • Opini
  • POLKAM
    • Bela Negara
    • Luar Negeri
    • Politik&Ekonomi
    • UU&Konstitusi
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi Kemanusiaan
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
  • Video
  • Warta Top
APBN

Persepsi Kuota BBM Menyesatkan

Diterbitkan pada 20 Juli 2010 oleh Nurmimi

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa menilai ada persepsi yang menyesatkan terkait kuota bahan bakar minyak (BBM) yang hanya mengedepankan angka 36,5 juta kiloliter sebagai dasar pembatasan untuk BBM bersubsidi.
Padahal, dalam APBN 2010 diungkapkan kuota BBM bersubsisidi sebesar Rp88,9 triliun atau setara dengan 36,5 juta kilo liter BBM dengan perkiraan harga minyak 80 dolar AS.
“Seakan-akan yang menjadi patokan 36,5 juta kiloliter tetapi angka Rp88,9 triliun itu seakan-akan tidak transparan dipublikasi,” kata Anggota BPK Ali Maykur Musa saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan bila dengan asumsi harga minyak 80 dolar AS per barel maka besaran subsidi Rp88,9 riliun tersebut hanya dapat digunakan untuk 36,5 juta kilo liter. Namun bila harga minyak tersebut lebih rendah dari 80 dolar AS per barel, maka besaran kuota BBM bersubsidi bisa lebih dari 36,5 juta kiloliter.
Ia menambahkan hingga paruh kedua 2010, harga minyak masih di bawah 80 dolar AS, bahkan berada di kisaran 60 dolar AS. Hal ini mengindikasikan ada selisih yang bisa digunakan untuk meningkatkan kuota BBM menjadi lebih tinggi dibanding 36,5 juta barel.
“Selagi masih dapat terbayar oleh plafon yang ada, angka 36,5 juta kilo liter bukanlah angka keramat yang tidak bisa diutak-atik. Jangan sampai pembatasan BBM justru menghentikan laju pertumbuhan ekonomi, sebab BBM merupakan mesin penggerak pertumbuhan yang memiliki efek berantai,” katanya.
Ia menambahkan, dari hasil audit terhadap BBM bersubsidi sejak rencana pembatasan kuota BBM bersubsidi oleh pemerintah pada 2001 hingga 2009 ditemukan koreksi yang dapat menghemat subsidi hingga Rp18,3 triliun.
“Koreksi ini lebih tinggi dari rencana pemerintah untuk menghemat 2,3 juta kilo liter senilai Rp4,8 triliun. Jadi ini belum ada alasan yang tepat,” katanya.
Ia menambahkan, di saat harga-harga membumbung mendekati lebaran ditambah dengan kenaikan tarif dasar listrik, pembatasan BBM bersubsidi hanya akan menambah ongkos ekonomi dan membuat harga kebutuhan akan semakin meningkat.
Ia pun menilai, mekanisme pembatasan subsidi BBM tersebut sulit untuk dimplementasikan secara tepat. “Bagaimana mengantisipasi agar BBM bersubsidi tidak terjual ke yang tidak berhak, bisa-bisa rakyat berbondong-bondong beli BBM untuk dijual lagi,” katanya.
Namun demikian, bila ini menjadi pilihan pemerintah, pihaknya menghimbau agar pembatasan BBM bersubsidi bukan untuk angkutan umum dan kendaraan bermotor.
“Karena keduanya berdampak langsung pada masyarakat miskin,” katanya.(*)

Bookmark and Share

Leave a comment

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Satgas Mafia Hukum Terima 381 Pengaduan
    2010-04-07 03:29:57 - 5 comments
  • SBY Angkat 10 Staf Khusus
    2009-11-20 14:35:46 - 2 comments
  • SBY Seharusnya Memproteksi Susno
    2010-05-24 19:10:35 - 2 comments
  • DPR Tolak Kenaikan Tarif Listrik
    2010-04-22 10:57:29 - 2 comments
  • Saham Tiga BUMN Dijual Tahun ini
    2010-08-03 17:16:53 - 2 comments
  • Batik Disyahkan Sebagai Budaya RI
    2009-09-07 22:53:44 - 1 comments
  • ga tuntas" nih masalah...
    Isal World: 2010-09-02 13:22:12
  • Kami sangat setuju dgn kebijakan Bapak Menteri BUMN tersebut.terutama ...
    masyarakat anti kkn: 2010-08-31 09:48:56
  • ya udah,, serang aja Malaysia................indonesia sudah dianggap ...
    karem Abd Nasser: 2010-08-31 09:28:43
  • koperasi insan mandiri itu termasuk bandel atau tidak , karena sekaran...
    dev: 2010-08-29 06:25:12
  • KAMI GERAM DENGAN ULAH MALAYSIA YG SEAKAN2 INGIN MENGAMBIL PA YG DA DI...
    SYAHRIL: 2010-08-28 01:03:50
  • Pernyataan Marzuki Alie Soal Gedung Baru DPR Menyakitkan
    Sep 5, 2010 at 12:11 am - Tidak ada Komentar
  • Bubarkan Saja Kementeri Koperasi Dan UKM
    Sep 5, 2010 at 12:08 am - Tidak ada Komentar
  • DPR Lebih Baik Prioritaskan Tenaga Ahli
    Sep 5, 2010 at 12:02 am - Tidak ada Komentar
  • Zionis Tak Akan Bisa Serang Iran
    Sep 5, 2010 at 12:00 am - Tidak ada Komentar
  • Presiden Tawarkan Pemindahan Ibukota Negara
    Sep 3, 2010 at 7:58 pm - Tidak ada Komentar
  • Cadangan Devisa 81,3 Miliar Dolar
    Sep 3, 2010 at 7:57 pm - Tidak ada Komentar
  • Rakyat Timur Tengah Mampu Kirim Israel Ke Neraka
    Sep 3, 2010 at 7:56 pm - Tidak ada Komentar
  • PDIP Minta KPK Tuntaskan Kasus Suap DPR
    Sep 3, 2010 at 7:53 pm - Tidak ada Komentar
  • Rp80 Triliun Dana UMKM Belum Tersalurkan
    Sep 3, 2010 at 7:52 pm - Tidak ada Komentar
  • PDI P Juga Minta Pembangunan Gedung Baru DPR Ditunda
    Sep 2, 2010 at 8:02 pm - Tidak ada Komentar
0001 afgan Afghan Aghan and animation brazil brazilian Bukan Cinta Biasa Cinta clip dance dua ekonomi perbankan entertainment fails fantasy film Final game Gebyar hati inbox Junior Kasih klip Live love Movie music never Nurhaliza olivia jensen lubis Original Sound Track OST people player Sandy Siti song Terima travel warning TV Video wannab
BUMN Watch © 2010 All Rights Reserved.