Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mengumumkan dewan pengurus organisasi yang untuk periode 2010-2014.
“Ini era baru kebangkitan Dekopin, orang-orang koperasi umur boleh tua tapi jiwa harus selalu dinamis, penuh inisiatif, kaya kreativitas, dan selalu berinovasi,” kata Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid dalam acara pembukaan rapat anggota dan pembukaan rapat pimpinan nasional di Jakarta, Selasa malam.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengumumkan pengurus baru periode 2010-2014 yang telah dipilih oleh tim formatur setelah sebulan sebelumnya melakukan rapat anggota pada 18 Desember 2009.
Sebagai Ketua Umum Dekopin terpilih Nurdin Halid dengan lima wakil ketua umum.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dijabat oleh Agung Sudjatmoko, Wakil Ketua Umum Bidang Fasilitasi Achsanul Qosasi, Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Hubungan Luar Negeri H.M. Arbi, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan SDM dan Pengkajian Bangun Surartono, serta Wakil Ketua Umum Bidang Perempuan, Pemuda, dan Hubungan Daerah Chofifah Indar Parawansa.
Nurdin Halid mengatakan, pihaknya akan segera mengkonsolidasikan diri untuk mengantisipasi perubahan baik dari dalam maupun luar negeri.
“Tidak ada pilihan lain selain mengubah pola pikir agar dapat menjawab tantangan hari ini,” katanya.
Ia juga bertekad melakukan pembaharuan terhadap tata kelola Dekopin.
Nurdin berpendapat, Dekopin harus mereposisikan diri dalam menjadikan koperasi sebagai pelaku ekonomi nasional.
“Dekopin harus memperjuangkan cita-cita dan nilai koperasi, menjadi wakil gerakan koperasi di dalam dan luar negeri, serta menjadi mitra pemerintah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, pihaknya juga menyerahkan rencana strategis Dekopin 2010-2014 yang telah disusun sebelumnya kepada Meneg KUKM Sjariffudin Hasan.
Menteri mengatakan, dengan kebersamaan yang baik antara pemerintah dan Dekopin sebagai mitra pemerintah mulai saat ini diharapkan jumlah koperasi di Indonesia akan semakin bertambah.
Ia juga berharap akan muncul koperasi yang mampu melakukan diversifikasi dan melakukan usaha dari hulu ke hilir.
“Ada talenta untuk itu, misalnya koperasi wanita di Jatim sudah beromzet Rp1 miliar/hari, koperasi wanita di Sumatra Barat memiliki omzet usaha Rp500 juta/hari dengan NPL 0 persen. Ini bukti koperasi bisa bangkit,” katanya.
Pihaknya juga menyambut baik upaya sinergi untuk menjadikan koperasi kembali sebagai soko guru perekonomian nasional.
Dekopin juga mendukung, upaya pemerintah untuk merintis dan membentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bagi koperasi.
“Ini penting karena akan menjadikan koperasi secara kelembagaan semakin dipercaya,” kata Nurdin Halid.
Ia mengatakan, selain LPS untuk koperasi, Dekopin juga mendukung dibentuknya lembaga pengembangan dan pengawasan bagi koperasi.
“LPP dan LPS bagi KUKM sudah menjadi kebutuhan yang mendesak,” katanya.
Pihaknya menyatakan siap menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan gagasan menyangkut optimalisasi peran jasa keuangan koperasi tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya menugaskan seluruh Dekopinwil dan induk-induk koperasi seluruh Indonesia untuk melakukan reevaluasi dan reintrospeksi untuk menyusun langkah konkret mendukung upaya tersebut.
Menurut rencana, cetak biru yang memuat pendirian LPP dan LPS bagi KJK itu sedang diharmosisasi dengan RUU tentang koperasi yang masuk dalam prolegnas 2010.
Kementerian Negara Koperasi dan UKM memperkirakan keberadaan LPP dan LPS bagi KJK akan efektif mulai 2011.
Keberadaan LPP dan LPS bagi koperasi khususnya yang bergerak di bidang jasa keuangan dinilai diperlukan untuk meningkatkan kesehatan, kualitas, dan keterpercayaan koperasi.
Terlebih saat ini banyak koperasi jasa keuangan di tanah air telah mampu menghimpun dana triliunan rupiah dari masyarakat sehingga keberadaannya harus diawasi dan dibina secara resmi oleh lembaga yang dibentuk secara khusus.
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) meminta, semua koperasi di Indonesia berbenah diri untuk meningkatkan perannya dalam perekonomian nasional.
“Saya mengajak semua koperasi di Indonesia untuk bekerja keras menyejahterakan anggota,” kata Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid, dalam acara Rapat Anggota dan Rapat Pimpinan Nasonal di Jakarta, Selasa malam.
Ia mengatakan, peran koperasi pada dasarnya sangat strategis khususnya pada sektor-sektor tertentu seperti agribisnis, jasa keuangan, perdagangan, dan perindustrian.
Oleh karena itu, menurut dia, koperasi di seluruh tanah air harus mulai membenahi diri agar mampu menjadi pelaku utama perekonomian nasional.
“Kita harus bekerja keras menjadikan koperasi sebagai alat penentu dalam mewujudkan demokrasi ekonomi,” katanya.
Pihaknya sendiri sebagai wakil gerakan koperasi Indonesia telah menyusun dewan pengurus barunya untuk periode 2010-2014.
Ia berpendapat, sebagai wakil gerakan koperasi, Dekopin harus mampu melakukan pembaharuan baik dalam rencana strategis maupun struktur organisasi atau dewan pengurusnya.
“Dekopin harus membuat resolusi yaitu ketetapan hati agar bisa mewujudkan fungsi dan tanggung jawabnya melaksanakan edukasi, fasilitasi, dan advokasi koperasi,” katanya.
Dalam rencana strategisnya, pihaknya bertekad akan segera melakukan konsolidasi agar peran koperasi semakin meningkat dalam perekonomian nasional.
Selain itu, gerakan koperasi harus mulai mengubah pola pikir agar mampu menjawab tantangan ke depan.
“Kami akan mengoptimalkan fungsi Dekopin, melakukan pembaharuan tata kelola, serta menumbuhkan kapasitas Dekopinwil dan Dekopinda untuk menggali potensi daerah,” katanya.(*)

