Organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” Indonesia ditawari oleh Bulan Sabit Merah Iran untuk misi pelayaran kemanusiaan membantu masyarakat Gaza, Palestina, yang terus diblokade Israel, kata salah satu relawan.
“Alhamdulillah Bulan Sabit Merah Iran mau bekerja sama. Mereka akan kirim kapal, kita (MER-C dan Voice of Palestine/VOP) ditawarkan untuk ikut (misi pelayaran kemanusiaan ke Gaza),” kata dr Joserical Jurnalis, Sp.BO, anggota presidium “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia.
Joserical Jurnalis mengatakan hal itu Selasa sore, sepulangnya dari Teheran, Iran untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di sana mengenai rencana Iran mengirim kapal bantuan ke Gaza.
Joserizal yang baru tiba di Tanah Air dari Teheran pada Senin (14/6) tengah malam menjelaskan bahwa Iran juga menganjurkan kepada negara dengan mayoritas penduduk Muslim untuk bisa berperan serta mengirim kapal dari negara masing-masing.
“Tentu, anjuran tersebut kita sambut baik,” katanya.
Ia menjelaskan, ada dua misi MER-C Indonesia dalam isu Gaza, yakni pertama kampanye pembukaan blokade pelayaran dan mengadukan Israel ke Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa di Jenewa, serta mendesak pemerintah Republik Indonesia mengadukan Israel ke Mahkamah Kejahatan Antarbangsa di Brussel.
Sedangkan misi kedua, atau yang utama adalah mendirikan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, yang telah lama dirintis bersama antara masayarakat dan pemerintah Indonesia.
Misi membangun RS Indonesia di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan asal Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir tahun 2008 hingga awal 2009, yang saat itu dipimpin Rustam S Pakaya yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim, M.Comm, dan sempat bertemu Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sesjen) PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) Duta Besar Peter Ford.
Pada Kamis (8/1/2009) malam pukul 21.00 waktu setempat atau Jumat dini hari pukul 02.00 WIB tiba, bantuan itu tiba di Rafah, perbatasan Mesir-Jalur Gaza, Palestina.
Bantuan itu disampaikan langsung hanya dua meter dari wilayah Palestina kepada warga Jalur Gaza. Delegasi penerima pun datang secara khusus dari Gaza untuk menerima bantuan pemerintah dan rakyat Indonesia itu. Perwakilan warga Palestina di wilayah Rafah yang saat ini dikuasai pejuang HAMAS, dan masih terus diserang bom oleh Israel itu adalah Faiz Hasunah (25).
Keharuan sesaat terjadi ketika pemimpin tim kemanusiaan Indonesia yakni Kepala PPK Depkes Rustam S Pakaya berangkulan dengan Faiz Hasunah, disaksikan Wakil Dubes Indonesia untuk Mesir Agil Salim Alatas dan Direktur Timteng Deplu Aidil Chandra Salim dan anggota delegasi lainnya.
Disaksikan aparat keamanan pintu perbatasan Mesir dan pada jarak dua meter dengan pagar barikade kawat berduri di mana terlihat dua petugas keamanan Palestina, pekik takbir “Allahu Akbar” langsung bergema di area itu. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah dan rakyat Indonesia ini,” kata Faiz Hasunah.
Sementara itu, Rustam menyatakan bahwa setelah melalui jalan panjang dan berliku akhirnya amanah Pemerintah dan rakyat Indonesia yakni bantuan kemanusiaan kepada bangsa dan rakyat Palestina telah diserahkan langsung kepada warga Gaza meski hanya di perbatasan. “Syukur Alhamdulillah, amanah bantuan kemanusiaan ini sudah kita sampaikan, dan hanya dua meter dari Palestina,” katanya.
Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp2,1 miliar, yakni dari pemerintah Rp700 juta, MER-C Rp900 juta dan BSMI Rp500 juta, berupa obat-obatan dan ambulan.
Ketika ditanya mengenai kapan misi kemanusiaan bersama Bulan Sabit Merah Iran dengan pelayaran ke Gaza, Joserizal Jurnalis menjelaskan bahwa soal waktu sedang dibahas.
“Mereka sedang menghitung apakah lebih cepat atau pada bulan Ramadhan 1431-Hijriah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ada dua misi pelayaran, yakni pertama bersama Iran dan juga ada kapal Indonesia yang akan berangkat dari Jakarta.(*)
MER-C Indonesia Diundang Iran Ke Gaza
Diterbitkan pada 15 Juni 2010 oleh B- Watch

