
Ada 100 nama akhir-akhir ini ada di tangan Presiden SBY yang akan diseleksi menjadi menteri, mungkin juga satu di antaranya Anda.
Banyak orang akhir-akhir ini mulai suka menyendiri, mengukur-ngukur dan menimbang-nimbang diri. Bukan mempertanyakan dosa atau pahala sambil menunggu beduk azan maghrib tiba, melainkan mempertanyakan: pantas tidak, jadi tidak dipanggil Presiden SBY di bulan Oktober 2009 mendatang.
Tak sedikit pula di antaranya yang bolak balik menilpon teman-temannya, mempertanyakan: eh, kamu lihat tidak tadi aku tampil di TV ini, TV itu, gimana komentarmu.
Teman-teman yang ditanya pun maklum, lalu dengan sengaja mengatakan: bukan main, anda hebat, cerdas, komentar anda di TV ini, TV itu tadi luar biasa!
Mendengar jawaban seperti itu, sang tokoh pun makin yakin, dia merupakan salah satu figure yang dibutuhkan Presiden SBY.
Presiden terpilih 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabatkan memang akan memanggil calon-calon menteri yang dianggap layak mengisi kabinet periode lima tahun mendatang setelah 1 Oktober 2009.
Dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama di rumah Ketua DPR Agung Laksono, Jakarta, Sabtu, Yudhoyono mengatakan, saat ini bersama dengan Wakil Presiden terpilih, Boediono, ia masih menyusun langkah dan strategi pemerintahan untuk lima tahun mendatang, termasuk merancang program prioritas seratus hari pertama.
“Itu harus rampung sebelum 1 Oktober 2009. Dan baru setelah itu memanggil putra-putri bangsa terbaik untuk memperkuat pemerintahan mendatang. Tahapannya seperti itu,” ujarnya.
Yudhoyono yang menghadiri acara buka puasa bersama dengan Pimpinan DPR dalam kapasitas sebagai presiden itu mengatakan, selama ini ia telah mencermati nama-nama beredar di media massa yang dinilai layak mengisi kabinet pemerintahan mendatang.
“Calon-calon diunggulkan semuanya bagus-bagus. Kalau saya jumlah lebih dari seratus,” ujarnya.
Menurut dia, cukup sulit memilih beberapa puluh nama terbaik dari 100 orang yang diunggulkan tersebut.
Bersamaan dengan pekerjaan menyusun rencana aksi pemerintahan mendatang, Yudhoyono mengatakan, ia juga meninjau kembali struktur kabinet yang ada sekarang guna melihat efektivitasnya.
“Saya melihat ada kewenangan presiden sesuai UU untuk menyusun kabinet yang efektif. Oleh karena itu saya memastikan kementerian departemen itu memiliki fungsi yang tajam dan efektif,” ujarnya.
Yudhoyono menginginkan agar di masa depan tidak ada satu masalah pun yang tidak bisa ditangani oleh departemen mana pun. Sebaliknya, ia juga ingin agar satu masalah jangan sampai ditangani secara beramai-ramai oleh beberapa departemen.
Selain merencanakan pemerintahan untuk lima tahun ke depan, Yudhoyono mengatakan sebagai kepala negara ia juga masih fokus menyelesaikan pemerintahan periode sekarang hingga 20 Oktober 2009.(*)

