Pesan Idul Fitri yang disampaikan penceramah di wisma duta Indonesia di Kuala Lumpur, Jum`at, minta agar rakyat Indonesia – Malaysia kembali rukun dan menjadikan Idul Fitri sebagai momentum membangun kembali tali persaudaraan yang telah terjalin sejak tahun lalu.
“Marilah Idul Fitri, kita saling memaafkan antara rakyat Indonesia-Malaysia. Merajut silaturahmi setelah mengalami ketegangan belum lama ini akibat insiden di perairan Bintan,” kata ustadz Arifin Ismail saat menyampaikan ceramah kepada masyarakat Indonesia yang sholat Idul Fitri dan Lebaran di wisma duta, Kuala Lumpur.
Sekitar 300 warga Indonesia dan beberapa warga asing yang tinggal di kawasan perumahan kedutaan asing melakukan sholat dan merayakan Idul Fitri di wisma duta, tempat tinggal Dubes RI untuk Malaysia, Da`i Bachtiar.
Alumni Al Azhar Mesir dan merupakan warga Medan mengingatkan kembali sejarah panjang hubungan persaudaraan Indonesia-Malaysia. “Kita harus menjaga dan mempertahankan tali persaudaraan dengan rakyat Malaysia sampai kapan pun. Idul Fitri harus menjadi momentum bagi kedua rakyat untuk cooling down dan menata hubungan kedua negara bertetangga dan serumpun ini,” kata Ustad Arifin yang sedang menyelesaikan S2 di Universitas Malaya.
“Kedua pemerintah harus cepat melakukan introspeksi mengapa kedua rakyat bersaudara dan serumpun kini lebih sering menimbulkan kebencian,” tambah Arifin, salah seorang pengurus cabang Muhammadiyah di Malaysia.
Sementara itu, usai melakukan sholat Idul Fitri dan berlebaran dengan masyarakat Indonesia, Dubes Da`i Bachtiar segera meluncur ke Istana Yang DiPertuang Agong Mizan Zainal Abidin dan PM Malaysia Najib Tun Razak. “Saya segera meluncur ke Istana dan rumah PM Malaysia untuk mengucapkan selamat Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin,” kata Da`i mantan Kapolri.
Berbagai masyarakat Indonesia yang datang ke wisma duta ada membahas soal ketegangan Indonesia-Malaysia sambil menyantap makanan Lebaran Indonesia seperti ketupat lebaran, rendang, opor ayam, bakso, dan tape manis lengkap dengan lemang.
Wartawan RTM (radio televisi Malaysia) meliput kegiatan masyarakat Indonesia yang melakukan sholat Idul Fitri karena hanya kedutaan Indonesia diantara kedutaan asing mayoritas muslim melakukan kegiatan tersebut. Mereka bahkan wawancara khusus dengan Dubes RI Da`i Bachtiar.
Perkembangan terakhir, Ketua Pemuda UMNO Khairy Jamaluddin meminta, Rabu (8/9), pemerintah menarik Dubes untuk Indonesia karena masih saja terjadi demonstrasi di depan Kedubes Malaysia di Jakarta yang dinilai menghina karena para demonstran berdiri di pagar kedutaan. Tapi dibantah oleh Menlu Malaysia Anifah Aman bahwa pernyataan ketua UMNO itu hanyalah untuk mendapatkan sensasi murahan.
Sejak ketegangan kedua negara yang dipicu oleh insiden perairan Bintan, 13 Agustus 2010, disertai penangkapan tujuh nelayan Malaysia oleh aparat keamanan Indonesia dan penahanan tiga staf kementerian kelautan dan perikanan (KKP) Indonesia oleh kepolisian Malaysia telah menimbulkan banyak demontrasi terutama di Jakarta, dan Kuala Lumpur.
Walau situasi memanas hingga kini tidak ada satu pun warga Indonesia di Malaysia yang mengalami kecederaan atau dilukai oleh masyarakat Malaysia.(*)
Malaysia – Indonesia Diminta Rukun
Diterbitkan pada 10 September 2010 oleh B- Watch

