Semburan lumpur panas Lapindo untuk yang kedua kalinya mengeluarkan cairan hitam yang diduga hidro karbon senyawa minyak.
Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnaen, Rabu, mengatakan, cairan hitam yang keluar tersebut diduga sebagai minyak.
“Namun, kami belum bisa memastikan secara benar apakah cairan tersebut benar-benar minyak atau bukan,” ucapnya.
Ia mengemukakan, saat ini cairan hitam tersebut sudah hampir memenuhi kolam penampungan lumpur.
Ia menjelaskan, akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait adanya cairan hitam yang keluar tersebut.
“Dari analisa sementara, kami menduga bahwa cairan tersebut memang cairan hidro karbon yang merupakan senyawa minyak,” paparnya.
Ia mengakui, hingga saat ini belum ada penelitian mendalam soal cairan hitam yang keluar tersebut.
“Hanya saja, setahun yang lalu pernah dilakukan penelitian oleh lembaga minyak dan gas atau lemigas, tetapi hingga kini belum ada hasilnya,” katanya menambahkan.
Ia menjelaskan, cairan hitam yang mengalir di atas air di dalam kotak penampungan lumpur muncul sejak beberapa hari ini.
“Debit atau jumlahnya diduga semakin hari semakin banyak,” katanya.
Ia menambahkan, munculnya cairan hitam ini berasal dari pusat semburan Lumpur Lapindo dan mengalir ke kolam penampungan lumpur.
Pria yang akrab dipanggil Izul itu mengemukakan, BPLS saat ini hanya mampu mengalirkan lumpur ke Kali Porong hanya 10 persen dari total rata-rata luberan lumpur sebanyak 100 ribu meter kubik per hari.
Setelah pemerintah mengambil keputusan, pengalihan wewenang penanganan lumpur ke pihak BPLS, pengaliran lumpur ke Kali Porong ini tetap saja sulit dilakukan.
Pekerjaan BPLS saat ini memang berat, karena selain berupaya mengalirkan lumpur ke Kali Porong, juga masih direpoti pembuangan air yang memenuhi kolam lumpur akibat hujan.
Di sisi lain, banyak tanggul yang rusak tergerus air hujan ditambah adanya patahan di atas endapan lumpur sepanjang 700 meter.(*)
Lapindo Keluarkan Cairan Hitam
Diterbitkan pada 12 Mei 2010 oleh B- Watch

