Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jimly Asshiddiqie, mengatakan, dalam makalah yang ditulisnya saat mengikuti seleksi pemimpin KPK, menyebutkan KPK tidak perlu kerja sendirian memberantas korupsi.
“Saya menulis 10 lembar kira-kira apa yang perlu dilakukan. KPK itu punya kewenangan yang sangat besar dan bisa menggerakkan semua lini organisasi negara dan pemerintahan untuk bekerja di lingkungan masing-masing. Jadi, KPK tidak perlu kerja sendirian,” kata Jimly setelah mengikuti tes ujian pembuatan makalah di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu.
Menurut Jimly, KPK penting untuk tidak bekerja sendirian antara lain untuk mengoptimalisasikan pemberantasan korupsi yang telah sistemik.
Mengenai keterlambatannya, ia mengaku hal itu karena awalnya mengira tes akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Jimly mengaku optimis dan menyerahkan hasil penilaiannya kepada para anggota tim yang bertugas menilai makalah tersebut.
“Tim penilai tentu punya kriteria penilaian sendiri. Saya harap mereka obyektif,” kata Jimly yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebelumnya, Menkumham Patrialis Akbar mengatakan, makalah para calon ketua KPK akan mendapat penilaian dari 12 akademisi yang nama-namanya masih dirahasiakan.
“Sudah ada 12 orang akademisi yang kami minta tolong untuk menilai makalah,” kata Menkumham.
Namun, ujar Patralis Akbar , pihaknya masih belum bisa memberitahukan nama-nama tersebut karena dicemaskan mungkinn ada bakal calon yang mendatangi akademisi tersebut.
Patrialis juga memaparkan, terdapat lima elemen penilaian terkait dengan makalah tersebut, antara lain kondisi perkembangan korupsi, hubungan pemberantasan korupsi dan pembangunan, serta kerangka dasar hukum dan kebijakan nasional pemberantasan korupsi.
Sedangkan dua elemen kriteria lainnya adalah konsepsi para bakal calon ketua KPK terkait tentang pemberantasan korupsi, dan kesimpulan/catatan penutup.
“Masing-masing dari lima itu bobotnya berbeda-beda,” kata Patrialis dan mengemukakan, hasil penilaian makalah diumumkan pada 31 Juli.(*)
KPK Tidak Harus Kerja Sendirian
Diterbitkan pada 28 Juli 2010 oleh B- Watch

