• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Luar Negeri

Korsel Kembangkan Rudal Jelajah Jarak Jauh

Diterbitkan pada 18 Juli 2010 oleh B- Watch

Korea Selatan telah mengembangkan sebuah rudal jelajah yang mampu menghantam tempat-tempat nuklir atau militer di Korea Utara, menurut laporan, Sabtu.
Badan untuk Pengembangan Pertahanan milik negara telah mulai membuat rudal darat-ke-darat Hyunmu-3C dengan jarak mencapai 1.500Km itu, kata seorang pejabat pertahanan yang tak disebutkan namanya seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.
Rudal Hyunmu-3C juga akan mampu mencapai bagian-bagian China, Jepang dan Rusia. Versi Hyunmu sebelumnya mempunyai jarak tembak hanya 1.000Km.
Laporan itu tidak dapat dikonfirmasi dengan segera.
Berdasar satu perjanjian dengan Amerika Serikat, yang menempatkan 28.000 tentara di negara itu dan menjamin “payung” nuklir jika terjadi perang, Seoul membatasi jarak rudal balistiknya hingga maksimal 300Km.
Tapi negara itu telah diperbolehkan untuk memperpanjang jarak rudal jelajahnya sepanjang muatannya tetap di bawah 500Kg (1.100 pon).
Korea Selatan telah mempercepat pesenjataan jarak jauhnya untuk menghadapi ancaman dari ratusan rudal balistik Korea Utara.
Utara memiliki sekitar 600 rudal Scud yang mampu menghantam sasaran-sasaran di Korea Selatan, dan mungkin juga mencapai wilayah Jepang dalam beberapa kasus.
Ada 200 rudal Rodong-1 lain yang dapat mencapai Tokyo.
Selain itu, Utara telah tiga kali melakukan uji coba peluncuran rudal antarbenua Taepodong.
Kedua negara itu secara teknis tetap berperang sejak konflik 1950-53 mereka berakhir hanya dengan gencatan senjata dan tanpa perjanjian perdamaian.
Ketegangan meningkat sejak Selatan dan AS, dengan menyebut penemuan penyelidikan multinasional, menuduh Korea Utara telah mentorpedo sebuah kapal perang Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang tegang pada Maret lalu.
Utara dengan marah membantah keterlibatannya dan mengatakan pernyataan Dewan Keamanan PBB pada 9 Juli — yang mengutuk serangan itu tanpa menyebut secara khusus pelaku kejahatannya — membuktikan pendapatnya.
Setelah pernyataan PBB tersebut, negara itu menegaskan kembali keinginan bersyaratnya untuk kembali ke pembicaraan pelucutan senjata nuklir enam pihak yang macet.
Kementerian unifikasi Korea Selatan yang menangani hubungan lintas-perbatasan menyatakan, Korea Utara tampaknya akan mempersiapkan serangan diplomatik guna mengurangi ketegangan.
Dalam satu laporan berkala, kementerian itu mengatakan Utara tampaknya ingin “mengubah suasana kritis di sekitar melalui dialog aktif” menyusul pernyataan PBB tersebut, yang Pyongyang klaim sebagai kemenangan diplomatik.
Selatan menegaskan, tetangganya itu pertama-tama harus minta maaf atas serangan terhadap kapal yang menyebabakn 46 oang tewas dan menghukum mereka yang bertanggungjawab.(afp/*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.