• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Bencana Alam

Korban Lumpur Lapindo Masih Terlantar

Diterbitkan pada 12 Agustus 2010 oleh B- Watch

Korban lumpur yang masuk dalam peta terdampak melakukan demo dengan mengusung “jenazah” sebagai pertanda jika hukum bagi korban lumpur sudah mati suri menyusul belum terlesaikannya proses ganti rugi bagi warga.
Koordinator aksi Zaenal Arifin, Kamis, mengatakan, “jenazah” yang mereka bawa dalam demo kali ini menggambarkan hukum saat ini sudah mati suri karena tidak berpihak kepada korban lumpur.
“Kami menilai apa yang dilakukan pemerintah, termasuk PT Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar dari PT Lapindo Brantas Inc belum menunjukkan iktikad baik karena hingga saat ini warga masih belum mendapatkan kejelasan terkait masalah ganti rugi tersebut,” katanya.
Ia mengemukakan, pada demo tersebut juga terdapat peran “orang gila” yang digambarkan bisa membangkitkan “jenazah” yang sedang mati suri tersebut.
“Menurut kami hanya orang gila saja yang bisa membangkitkan `jenazah` mati suri tersebut sehingga hukum yang mati suri itupun bisa hidup kembali,” katanya.
Aksi itu akan tetap dilakukan oleh korban lumpur sampai tuntutan mereka terkait ganti rugi ada penyelesaian yang jelas baik itu dari pemerintah maupun dari PT Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar ganti rugi dari PT Lapindo Brantas Inc.
“Sama seperti tuntutan kami beberapa waktu lalu jika kami akan melakukan demo sampai tuntutan kami direspon dan direalisasikan yaitu terkait proses ganti rugi bagi korban lumpur yang masuk ke dalam peta terdampak,” katanya.
Pada demo ini warga juga tetap melakukan segala bentuk aktivitas pada bulan Ramadhan di lokasi demo, seperti membaca Al Quran dan juga shalat tarawih meski hanya beralaskan tikar.
“Warga juga makan sahur dan melakukan buka puasa bersama di lokasi demo tersebut hingga tuntutan mereka dipenuhi,” katanya.
Aksi ini, kata dia, terpaksa dilakukan menyusul masih belum adanya kejelasan soal ganti rugi yang seharusnya mereka terima setiap bulan dengan cara diangsur.
“Sudah lima bulan terakhir ini cicilan ganti rugi yang seharusnya kami terima dari PT Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar dari PT Lapindo Brantas macet tanpa ada kejelasan dari pihak terkait,” katanya.
Ia mengemukakan, aksi ini sudah dilakukan sejak pekan lalu dan warga akan terus bertahan serta menginap di depan gerbang gedung dewan Sidoarjo untuk menuntut ganti rugi.
Dalam aksinya itu, selain tidur-tiduran di atas alas yang digelar memenuhi gerbang gedung DPRD Sidoarjo, para pengunjuk rasa juga melakukan aktivitas memasak di lokasi demo.
Warga akan terus bertahan hingga tuntutan cicilan pelunasan yang mengalami keterlambatan lima bulan terealisasi.
Uang itu, kata dia, sangat diperlukan untuk menyambung hidup, apalagi ini bulan puasa dan menjelang lebaran pada tahun ini.

“Warga hanya mengandalkan uang cicilan dalam menggantungkan hidup. Kalau sampai uang itu tidak kunjung cair, warga tidak mengerti akan membiayai hidup dengan apa,” katanya.
Menurutnya selama bulan puasa warga akan tetap bertahan dan menuntut supaya hak mereka yang selama lima bulan terbengkalai bisa segera diselesaikan dengan cepat.
“Bagi kami bulan puasa tidak akan menyurutkan niat kami untuk tetap bertahan dalam memperjuangkan hak kami yang hilang tersebut,” katanya. (*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.