Puluhan warga korban luapan lumpur Lapindo melakukan tradisi nyekar dan doa bersama di atas tanggul penahan lumpur di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis.
Kegiatan ritual menjelang datangnya Idulfitri 1431 Hijriyah tersebut, telah dilakukan warga sejak beberapa tahun terakhir karena lokasi makam keluarga dan leluhur mereka kini sudah terendam lumpur.
Semburan lumpur Lapindo yang terjadi sejak 29 Mei 2006 itu, telah menenggelamkan ribuan rumah, pabrik dan fasilitas umum di sejumlah desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo.
Hingga saat ini, semburan lumpur Lapindo masih belum bisa dihentikan dan luapannya makin meluas.
“Kami setiap tahun rutin mengadakan tradisi nyekar di atas tanggul, untuk mendoakan orang tua dan keluarga kami yang kini makamnya sudah terendam lumpur,” kata M. Rois (45), salah satu warga Desa Siring.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan warga korban lumpur melakukan tahlil dengan dipimpin tokoh masyarakat desa setempat. Setelah itu, acara dilanjutkan tabur bunga di atas luapan lumpur.
Pada tahun-tahun sebelumnya, warga korban lumpur juga menggelar Sholat Idulfitri di atas tanggul penahan lumpur. Namun, untuk tahun ini kegiatan tersebut tidak dilakukan.
“Tahun ini Sholat Id tidak dilakukan di atas tanggul, tapi di lapangan Desa Siring sisi barat,” ujar warga lainnya.
Sementara itu, situasi arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Porong sekitar lokasi semburan lumpur yang biasanya dipadati kendaraan, terlihat lancar dibanding sehari sebelumnya.
Di sekitar lokasi tersebut, aparat Kepolisian Resor Sidoarjo tampak berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya kemaceta arus lalu lintas saat mudik lebaran.(*)
Korban Lumpur Berdoa Di Atas Tanggul
Diterbitkan pada 09 September 2010 oleh B- Watch

