• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
BUMN

Korban Gas Adukan Pertamina Ke Komnas HAM

Diterbitkan pada 06 Juli 2010 oleh B- Watch

Korban tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, Nuraman warga Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, melalui organisasi Benteng Demokrasi Rakyat mengadukan Pertamina dan Pemerintah ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia karena dinilai melanggar HAM.
“Kami datang ke sini mewakili korban Nuraman yang merupakan Ketua PAC PDIP Senen dan mewakili korban-korban yang lain. Kami datang ke Komnas HAM karena Pertamina dan Pemerintah telah melanggar HAM dengan adanya ledakan tabung gas yang menimbulkan korban luka dan kerugian materiil,” kata Humas Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), M Husni Thamrin Barubu, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, saat ini ledakan tabung gas ukuran 3 kg sudah marak terjadi di beberapa daerah, namun nampaknya Pertamina dan Pemerintah membiarkan permasalahan tersebut, sehingga banyak menimbulkan korban jiwa, luka-luka dan kerugian materiil.
“Seharusnya Pertamina bisa mengantisipasi sebelumnya kemungkinan ledakan tabung gas berukuran 3 kg dengan melakukan pengecekan tabung gas,” katanya.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi seperti itu, apalagi tidak ada perhatian dari pemerintah dan Pertamina kepada para korban ledakan tabung gas.
“Kita juga tidak tahu sejauh mana proteksi atau perlindungan warga dalam menggunakan tabung gas,” katanya.
Anggota Bendera, Ferdi, meminta agar Komnas HAM menyetujui bahwa adanya ledakan tabung gas ukuran 3 kg di beberapa daerah itu merupakan pelanggaran HAM karena masyarakat tidak tahu tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang beredar itu layak atau tidak.
Ia menilai kebijakan konversi minyak tanah ke gas itu merupakan kebijakan yang ceroboh, sehingga menimbulkan korban jiwa.
“Akibatnya, banyak konsumen yang takut untuk menggunakan kompor gas. Ini juga merupakan modus teror karena menimbulkan ketakutan,” katanya.
Ia menambahkan harus ada yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran itu dan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak, mengatakan, suatu peristiwa yang menyebabkan korban jiwa, korban luka dan korban harta bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.
Ia menilai ada unsur kelalaian dalam menerapkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas karena menimbulkan maraknya ledakan gas ukuran 3 kg.
“Namun, kami akan meminta kejelasan tentang kebijakan tersebut kepada Kementrian ESDM, Pertamina, Kementrian BUMN sebelum ketiga institusi tersebut dimintai pertanggungjawabannya dengan adanya kasus ledakan tabung gas,” ujarnya.
Selain itu, tambah dia, Komnas HAM juga akan mengirimkan surat ke DPR RI untuk meminta kejelasan permasalahan ledakan gas itu ke presiden.

Sedang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah mengganti pula tabung elpiji kemasan tiga 3 kg, selain selang dan regulator.
Anggota Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi di Jakarta, Selasa mengatakan, kalau hanya penggantian selang dan regulator elpiji tidak akan menyelesaikan masalah kasus ledakan yang diduga karena elpiji belakangan ini.
“Kini banyak pula beredar tabung elpiji yang tidak berstandar. Jadi, solusinya mesti mengganti pula tabungnya,” katanya.
Sesuai data Badan Standarisasi Nasional (BSN), menurut dia, sekitar 66 persen tabung 3 kg, 50 persen kompor, 20 persen regulator, dan bahkan 100 persen selang tidak layak pakai.
PT Pertamina (Persero) juga mengungkapkan, banyak tabung yang beredar tidak teregistrasi di BUMN tersebut.
Saat ini, diperkirakan jumlah tabung 3 kg yang beredar mencapai sekitar 60 juta unit dari 45 juta paket perdana yang dibagikan sejak tahun 2007.
Tulus juga mengatakan, penggantian tabung elpiji dan kelengkapannya yang bermasalah itu mesti tanpa membenani rakyat atau diberikan secara gratis.
Menurut dia, program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg merupakan program pemerintah.
“Seharusnya, pemerintah bertanggung jawab atas segala dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, program konversi telah terbukti menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah per tahunnya.
Tulus juga meminta agar mekanisme penggantian tabung dan kelengkapannya dilakukan seperti saat pembagian paket perdana tabung 3 kg.
“Kalau dulu bisa membagikan, seharusnya mudah pula menggantinya,” katanya.
Sementara itu, penjualan selang dan regulator belum bisa dilakukan pada hari ini karena produsennya belum siap.
Pemerintah berencana mengganti selang dan regulator elpiji menyusul banyaknya kecelakaan elpiji belakangan ini.
Penggantian tersebut dilakukan melalui penjualan dengan harga pabrik di agen dan pangkalan Pertamina.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    2012-02-03 14:33:04 - 1 comments
  • Angelina Sondakh Dinobatkan Sebagai Putri Pembohong Indonesia
    2012-02-16 14:49:12 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
  • SBY Diminta Bisa Lakukan Aksi Nyata
    Mei 14, 2012 at 2:58 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.