Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, pada awal pekan ini lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya, karena pasokan beras berkurang dari daerah sentra produksi beras.
Suminta, Staf Pendataan PIBC, Jakarta Timur, Senin, mengatakan, harga beras dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan, dikarenakan pasokan beras dari daerah sentra produksi berkurang akibat dari cuaca ektrim, terserang hama wereng, gagal panen, kenaikan TDL dan tol, dan pengaruh psikologis pedagang.
“Naiknya harga beras disebabkan beberapa faktor, antara lain cuaca yang ekstrim, gagal panen, pengaruh psikologis pedagang, dampak taif dasar listrik, dan naiknya tarif tol,” kata Suminta.
Harga beras menurut data PIBC pada tanggal 26 Juli 2010 naik, beras merek Muncul I dari Rp6.700/kg menjadi Rp6.800/kg, Muncul II dari Rp6.200/kg menjadi Rp6.300/kg, Muncul III dari Rp5.700/kg menjadi Rp5.900/kg, IR-64 II dari Rp6.250/kg menjadi Rp6.400/kg, IR-64 III dari Rp5.600 menjadi Rp5.700/kg dan IR-42 dari Rp9.000/kg menjadi Rp9.100/kg.
Harga beras yang masih stabil, antara lain Cianjur Kepala masih Rp8.600/kg, Cianjur Slyp Rp7.900/kg, Setra Rp8.300/kg, Saigon Rp7.600/kg.
Pasokan beras ke PIBC didominasi dari daerah Karawang yang rata-rata memasok 500 ton perhari, Cirebon 1000 ton perhari, Bandung 300 ton perhari, dan Jawa Tengah 300 ton perhari.
Pengeluaran beras yang terbesar dari PIBC, didominasi daerah DKI Jakarta 1.500 ton perhari, antar-pulau 828 ton perhari, Tangerang 200 ton perhari, Bogor 65 ton perhari, Bekasi 42 ton perhari dan Karawang 20 ton perhari.
Pasokan beras menurut data PIBC saat ini menurun dari rata-rata perhari mencapai 3.000 ton menjadi 2.500 ton perhari.
“Akibat cuaca yang ekstrim dan gagal panen di sejumlah sentra penghasil beras, menyebabkan pasokan beras menurun dari 3.000 ton perhari menjadi 2.500 ton perhari yang mempengaruhi harga beras manjadi naik,” katanya.
Ia menjelaskan, harga beras terus berfluktuasi, namun untuk saat ini harga beras diperkirakan akan terus naik hingga menjelang bulan Ramadhan.
“Harga beras akan terus naik jika pemerintah tidak menekan harga beras dipasaran, dan juga tidak ada operasi pasar disejumlah pasar tradisional. Untuk itu pemerintah harus bergerak demi mengamankan harga beras di pasaran,” imbuhnya.
Sementara itu Abdullah, pedagang beras di PIBC, mengatakan bahwa harga beras saat ini terus naik karena berkurangnya pasokan beras dari daerah sentra produksi beras akibat gagal panen .
“Harga beras sekarang terus naik sejak beberapa minggu terakhir, karena pasokan beras menurun yang diakibatkan gagal panen dan cuaca yang buruk pada tahun ini,” katanya.
Ia menjelaskan, merek beras yang laris dibeli masyarakat di PIBC, yaitu merk IR-64 I, II, dan III, karena harganya terjangkau, kualitas berasnya baik, dan juga mudahnya menanam padi di berbagai daerah-daerah penghasil beras.
“Beras merek IR 64 I,II,III selalu laris disini karena untuk konsumsi masyarakat, terutama bagi pengusaha warung tegal dan masakan padang,” katanya.(*)
Jelang Puasa Harga Beras Naik
Diterbitkan pada 26 Juli 2010 oleh B- Watch

