Tokoh Malaysia Datuk Haris Muhammad Saleh mengatakan hubungan baik dan kerjasama yang telah terjalin antara Malaysia dan Indonesia jangan sampai terpisahkan oleh isu yang sengaja dihembuskan oleh orang tak bertanggungjawab.
Pernyataan Datuk Haris yang juga mantan Gubernur Sabah Malaysia disampaikan pada acara pertemuan dengan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin di Banjarmasin, Minggu.
Menurut Haris, hubungan kerjasama Indonesia-Malaysia telah terjalin erat sejak puluhan tahun lalu, sehingga hubungan yang harmonis tersebut harus dipertahankan mengingat antara Indonesia Malaysia masih sama-sama satu rumpun yaitu rumpun Melayu.
Kedatangan Datu Haris yang kini merupakan pengusaha sukses di Negeri Jiran tersebut didampingi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinibalu, Abas Basori bersama dengan beberapa wartawan media cetak dan elektronik Malaysia dalam rangka membangun dan mempererat kerjasama tersebut.
“Hubungan Malaysia dan Indonesia akhir-akhir ini sedang memanas, kedatangan kami ke sini salah satunya bertujuan untuk kembali menjalin keharmonisan, jangan sampai Malaysia-Indonesia terpisahkan,” katanya.
Menurut Haris, dia bersama rombongan akan berkeliling Kalimantan selama sepuluh hari untuk menyaksikan langsung kondisi alam dan peluang kerjasama yang bisa dibangun antara Malaysia dan Indonesia.
Sebelumnya rombongan telah melakukan kunjungan ke Tarakan Kalimantan Timur (Kaltim) kemudian Banjarmasin, dan dilanjutkan ke Palangkaraya dan Pangkalanbun Kalimantan Tengah (Kalteng) dan terakhir ke Pontianak.
Menurut Haris, selama perjalanan keliling Kalimantan banyak hal yang dia dapatkan, antara lain, bisa menyaksikan langsung potensi Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam.
“Potensi Kalimantan luar biasa, saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam bebrapa tahun kedepan akan berputar di sekeliling Kalimantan,” katanya.
Menurut dia, dengan potensi alam Kalimantan yang melimpah perkembangan ekonomi Indonesia melaju pesat bahkan telah melampaui perkembangan ekonomi Malaysia.
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin saat menyambut rombongan dari Malaysia mengatakan, Kalsel merupakan daerah terbuka dan siap menerima suku maupun negara manapun yang ingin masuk asalkan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan daerah.
Didampingi Sekretaris Daerah Mukhlis Gafuri dan beberapa kepala dinas, gubernur mengatakan, pada dasarnya pendapatan tenaga kerja Indonesia jauh lebih besar bila mereka kerja di Kalimantan daripada harus ke Malaysia.
Namun, kata dia, karena sudah menjadi kebiasaan, bahwa kerja di luar negeri lebih bergengsi, maka banyak warga Indonesia yang memilih bekerja di Malaysia.
Dengan demikian, perkembangan Kalimantan relatif agak lambat karena kekurangan tenaga kerja. Namun kini pola pikir tersebut mulai berubah.
Banyak warga dari Jawa dan lainnya masuk Kalimantan dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kaya akan sumber daya alam ini, sehingga kini menjadi jauh lebih maju dalam segala sektor.(*)
Jangan Pisahkan Malaysia – Indonesia
Diterbitkan pada 24 Januari 2010 oleh B- Watch

