Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak keberatan rakyat datang ke Istana Presiden namun tentu ada prosedur dan tahapan yang harus dilalui.
“Tidak (keberatan), tapi intinya semua ada tahapan dan prosedur,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian A Pasha di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, saat diminta pendapatnya tentang kedatangan seorang ibu dan anak korban ledakan tabung gas Senin (19/7).
Julian mengatakan bahwa hak semua rakyat Indonesia untuk datang ke Istana.
“Apalagi mereka adalah warga negara Indonesia. Namun yang selalu bapak presiden ingatkan, setiap ada hal-hal yang sifatnya mungkin apakah itu korban seperti korban tabung gas agar ditangani dengan baik dilevel yang lebih dekat,” katanya.
Misal, kata dia, untuk korban ledakan tabung gas di Jawa Timur mungkin pemerintah daerah setempat sehingga tidak serta merta datang ke Istana Presiden.
“Ini sangat memprihatinkan dan presiden tentu menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada kedua korban,” katanya.
Sementara itu, pada Senin siang (19/7) sekitar pukul 13.00 WIB, Susi Haryani (29) dengan menggendong anaknya, Ridho Januar (4,5) tiba di pelataran parkir gedung Sekretariat Negara namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk bisa bertemu Presiden.
Bagi Susi, kondisi keuangan yang menghimpit ditambah musibah yang menimpa anaknya akibat ledakan tabung gas elpiji tiga kg membuat ia memberanikan diri meminta bantuan hingga ke Istana Presiden Jakarta.
“Kalau bisa mau kedalam,” katanya kepada sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan Kepresidenan.
Ridho tampak memiliki bekas luka bakar yang cukup luas di wajah, tangan dan kakinya meski tampak sudah dirawat dan kering, namun bekas luka bakar meninggalkan kerutan-kerutan di bekas luka secara permanen.
Saat ibunya diwawancarai, anak laki-laki itu menangis, entah bingung, kesakitan atau takut.
Susi mengaku kejadian yang menimpa dirinya serta anaknya itu terjadi 27 Maret 2010 di Kampung Mojo Kampung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat hendak memasak sehingga Susi mengalami luka di bagian kakinya dan anaknya juga mengalami luka.
Ia sendiri selama beberapa hari ini berada di rumah salah satu kerabatnya di Tangerang untuk usahanya meminta bantuan sejumlah pihak atas pengobatan anaknya itu. (*)
Istana Terbuka Buat Rakyat
Diterbitkan pada 20 Juli 2010 oleh B- Watch

