• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Aktivitas

Indonesia Capai Target MDGs

Diterbitkan pada 20 Januari 2010 oleh B- Watch

Upaya RI mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan mendapat tanggapan positif dari Badan Kesehatan PBB, WHO.

Apresiasi terhadap upaya keras Indonesia itu mencuat saat Dirjen WHO DR Margaret Chan dan negara sahabat menanggapi pidato Menkes RI dalam Sidang Executive Board WHO di Jenewa, ujar Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Chsanul Habib, kepada koresponden ANTARA London, Rabu.

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dalam pidatonya menggarisbawahi sejumlah kemajuan yang dicapai Indonesia untuk memenuhi target MDGs pada tahun 2015.

Beberapa tanggapan dari negara sahabat mengakui sejumlah capaian Indonesia dalam mengatasi sejumlah penyakit seperti tingkat kematian ibu melahirkan berkurang 58 persen periode 1990-2007, sementara tingkat kematian bayi berkurang sekitar 50 persen pada periode yang sama merupakan contoh nyata dari kemajuan di bidang kesehatan.

Kemajuan yang signifikan juga nampak dalam upaya Pemerintah RI mengurangi jumlah penderita Tubercolosis dan Malaria, serta HIV/AIDS, yang telah menunjukkan persentase perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Namun demikian, sebagaimana diakui negara peserta sidang lainnya, delegasi Indonesia juga mengingatkan adanya sejumlah kendala yang masih dialami oleh negara-negara berkembang dalam upaya pencapaian target tersebut.

Beberapa kendala tersebut terkait erat dengan tingkat pembangunan sosial dan ekonomi di masing-masing negara, khususnya yang disebabkan oleh kurangnya dukungan sumber daya, krisis kemanusiaan maupun finansial, serta terjadinya konflik dan ketidakstabilan politik.

Sidang akhirnya menyepakati usulan Indonesia untuk terus memperkuat komitmen politik, serta kerjasama dan kemitraan antar negara dalam upaya saling mendukung untuk memperkuat kapasitas domestik di bidang ini.

Sidang ke-126 Executive Board WHO yang berlangsung hingga tanggal 23 Januari 2010 masih akan membahas sejumlah isu yang memiliki kaitan dengan kepentingan Indonesia, seperti halnya Pandemic Influenza, termasuk kerjasama penanganan Flu Babi dan Flu Burung, demikian Chsanul Habib.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) DR Margaret Chan mendukung inisiatif RI mendirikan WHO Collaborating Centre Influenza di Indonesia.

Dukungan itu disampaikannya kepada Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di sela Sidang Executive Board ke-126 WHO di Jenewa, ujar Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Acep Somantri, dalam keterangannya yang diterima ANTARA London, Rabu.

Pertemuan bilateral antara Menkes RI dengan Dirjen WHO tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan di hari pertama Sidang ke-126 Executive Board WHO yang akan berlangsung hingga 23 Januari 2010.

Dukungan Dirjen WHO tersebut memiliki arti penting dalam upaya Indonesia agar negara-negara berkembang juga memiliki kapasitas yang memadai untuk mendiagnosa dan melakukan “risk assesment” (penilaian resiko) terhadap penyakit berpotensi pandemi seperti H5N1 dan H1N1.

Dirjen WHO akan memberikan bantuan untuk mewujudkan inisiatif pemerintah Indonesia tersebut dan juga mendukung pembentukan WHO Collaborating Centre untuk Disaster Management di Indonesia.

Saat ini Pusat Disaster Management telah dibentuk dan beroperasi di sembilan daerah di Indonesia.

Dirjen WHO memuji kapasitas Indonesia dalam manajemen bencana sehingga dapat menjadi pusat pelatihan bagi negara-negara lain.

Selain pertemuan dengan Dirjen WHO, Menkes RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan India dan Brunei Darussalam dalam rangka membicarakan upaya-upaya memperkuat kerjasama kesehatan bilateral.

Executive Board merupakan badan eksekutif WHO yang beranggotakan 34 negara anggota WHO, termasuk Indonesia.

Menkes RI terpilih sebagai salah satu wakil ketua bersama Korea Selatan, Oman dan Paraguay. Sidang EB-WHO yang saat ini dipimpin Uganda.

Selain itu, Menkes juga mendapat mandat untuk menyusun keputusan dan kebijakan yang akan dibahas dan ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA), serta memberikan arahan kepada Dirjen WHO dalam melaksanakan keputusan-keputusan WHA.

Dalam Sidang ke-126 Executive Board WHO ini, selain memperjuangkan kelanjutan pembentukan Framework Virus Sharing dan Benefits Sharing, Indonesia juga berinisiatif mengajukan rancangan resolusi mengenai “The Improvement of Health Through Safe and Environmentally Sound Waste Management”.

Pengajuan rancangan resolusi tersebut merupakan upaya Indonesia untuk menindaklanjuti keputusan “Bali Declaration on Waste Management for Human Health and Livelihood” yang disepakati pada Sidang ke-9 COP to the Basel Convention di Bali, Juni 2008.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    2012-02-03 14:33:04 - 1 comments
  • Angelina Sondakh Dinobatkan Sebagai Putri Pembohong Indonesia
    2012-02-16 14:49:12 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
  • SBY Diminta Bisa Lakukan Aksi Nyata
    Mei 14, 2012 at 2:58 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.