Upaya RI mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan mendapat tanggapan positif dari Badan Kesehatan PBB, WHO.
Apresiasi terhadap upaya keras Indonesia itu mencuat saat Dirjen WHO DR Margaret Chan dan negara sahabat menanggapi pidato Menkes RI dalam Sidang Executive Board WHO di Jenewa, ujar Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Chsanul Habib, kepada koresponden ANTARA London, Rabu.
Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dalam pidatonya menggarisbawahi sejumlah kemajuan yang dicapai Indonesia untuk memenuhi target MDGs pada tahun 2015.
Beberapa tanggapan dari negara sahabat mengakui sejumlah capaian Indonesia dalam mengatasi sejumlah penyakit seperti tingkat kematian ibu melahirkan berkurang 58 persen periode 1990-2007, sementara tingkat kematian bayi berkurang sekitar 50 persen pada periode yang sama merupakan contoh nyata dari kemajuan di bidang kesehatan.
Kemajuan yang signifikan juga nampak dalam upaya Pemerintah RI mengurangi jumlah penderita Tubercolosis dan Malaria, serta HIV/AIDS, yang telah menunjukkan persentase perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.
Namun demikian, sebagaimana diakui negara peserta sidang lainnya, delegasi Indonesia juga mengingatkan adanya sejumlah kendala yang masih dialami oleh negara-negara berkembang dalam upaya pencapaian target tersebut.
Beberapa kendala tersebut terkait erat dengan tingkat pembangunan sosial dan ekonomi di masing-masing negara, khususnya yang disebabkan oleh kurangnya dukungan sumber daya, krisis kemanusiaan maupun finansial, serta terjadinya konflik dan ketidakstabilan politik.
Sidang akhirnya menyepakati usulan Indonesia untuk terus memperkuat komitmen politik, serta kerjasama dan kemitraan antar negara dalam upaya saling mendukung untuk memperkuat kapasitas domestik di bidang ini.
Sidang ke-126 Executive Board WHO yang berlangsung hingga tanggal 23 Januari 2010 masih akan membahas sejumlah isu yang memiliki kaitan dengan kepentingan Indonesia, seperti halnya Pandemic Influenza, termasuk kerjasama penanganan Flu Babi dan Flu Burung, demikian Chsanul Habib.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) DR Margaret Chan mendukung inisiatif RI mendirikan WHO Collaborating Centre Influenza di Indonesia.
Dukungan itu disampaikannya kepada Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di sela Sidang Executive Board ke-126 WHO di Jenewa, ujar Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Acep Somantri, dalam keterangannya yang diterima ANTARA London, Rabu.
Pertemuan bilateral antara Menkes RI dengan Dirjen WHO tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan di hari pertama Sidang ke-126 Executive Board WHO yang akan berlangsung hingga 23 Januari 2010.
Dukungan Dirjen WHO tersebut memiliki arti penting dalam upaya Indonesia agar negara-negara berkembang juga memiliki kapasitas yang memadai untuk mendiagnosa dan melakukan “risk assesment” (penilaian resiko) terhadap penyakit berpotensi pandemi seperti H5N1 dan H1N1.
Dirjen WHO akan memberikan bantuan untuk mewujudkan inisiatif pemerintah Indonesia tersebut dan juga mendukung pembentukan WHO Collaborating Centre untuk Disaster Management di Indonesia.
Saat ini Pusat Disaster Management telah dibentuk dan beroperasi di sembilan daerah di Indonesia.
Dirjen WHO memuji kapasitas Indonesia dalam manajemen bencana sehingga dapat menjadi pusat pelatihan bagi negara-negara lain.
Selain pertemuan dengan Dirjen WHO, Menkes RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan India dan Brunei Darussalam dalam rangka membicarakan upaya-upaya memperkuat kerjasama kesehatan bilateral.
Executive Board merupakan badan eksekutif WHO yang beranggotakan 34 negara anggota WHO, termasuk Indonesia.
Menkes RI terpilih sebagai salah satu wakil ketua bersama Korea Selatan, Oman dan Paraguay. Sidang EB-WHO yang saat ini dipimpin Uganda.
Selain itu, Menkes juga mendapat mandat untuk menyusun keputusan dan kebijakan yang akan dibahas dan ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA), serta memberikan arahan kepada Dirjen WHO dalam melaksanakan keputusan-keputusan WHA.
Dalam Sidang ke-126 Executive Board WHO ini, selain memperjuangkan kelanjutan pembentukan Framework Virus Sharing dan Benefits Sharing, Indonesia juga berinisiatif mengajukan rancangan resolusi mengenai “The Improvement of Health Through Safe and Environmentally Sound Waste Management”.
Pengajuan rancangan resolusi tersebut merupakan upaya Indonesia untuk menindaklanjuti keputusan “Bali Declaration on Waste Management for Human Health and Livelihood” yang disepakati pada Sidang ke-9 COP to the Basel Convention di Bali, Juni 2008.(*)

