• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Komentar&Wacana

Golkar dan PDIP Pasti Pilih Opsi C

Diterbitkan pada 03 Maret 2010 oleh B- Watch

Fraksi Golkar, PDIP dan Partai Keadilan menyatakan memilih Opsi C yaitu menyatakan baik pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS) bagi Bank Century bermasalah, dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Rabu.

Sementara Fraksi Demokrat memilih Opsi A yaitu menyatakan pemberian FPJP dan PMS tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan Fraksi PAN tidak secara tegas memilih Opsi A maupun Opsi C.

Fraksi Partai Golkar menyatakan, memilih kesimpulan `Opsi C` yang menegaskan adanya dugaan penyimpangan mulai dari tindakan merger, akuisisi hingga `bailout` (penggelontoran dana talangan dari uang negara) sebesar Rp6,7 kepada Bank Century.

Juru bicara Golkar Ibnu Munzir mengungkapkan hal itu saat mendapat giliran kedua membacakan pendapat akhir fraksinya pada lanjutan Rapat Paripurna mengenai penetapan kesimpulan laporan Panitia Angket DPR RI tentang Pengusutan Kasus Bank Century, di Gedung Nusantara DPR RI.

Ibnu Munzir menegaskan, fraksinya sepakat, berdasarkan data dan fakta, patut diduga terjadi penyimpangan dari tingkat merger, akuisisi hingga `bail out` (penggelontoran dana talangan) senilai Rp6,7 triliun kepada Bank Century tersebut.

“Kami konsisten pada data dan fakta, pilihannya memilih opsi C,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, apa yang telah disampaikan pada pandangan awal, hingga kesimpulan akhir di tingkat Pansus Angket Kasus Century DPR RI, tetap sama sampai sekarang.

Yakni, demikian Ibnu Munzir, ada dugaan kuat pelanggaran di tingkat kebijakan, bahkan penyimpangan berindikasi tindak pidana perbankan, tindak pidana umum, tindak pidana korupsi serta pencucian uang.

“Karena itu, berbagai tindakan yang berindikasi melanggar ketentuan dan perundang-undangan itu, berikut pihak-pihak yang bertanggungjawab agar diserahkan kepada penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Sementara mengenai orang-orang yang harus bertanggungjawab, demikian Ibnu Munzir, sama seperti telah disampaikan pada kesimpulan di Pansus. PDI-P Juga Konsisten

Usai Ibnu Munzir, Ketua DPR RI Marzuki Alie selaku pemegang palu sidang menawarkan, apakah rapat diskors atau dilanjutkan.

Namun, suara terkuat menyatakan, “lanjutkan”, kemudian dia mempersilahkan Puan Maharani untuk membacakan pendapat akhir Fraksi PDI Perjuangan.

Puan Maharani sendiri tidak terlalu lama memanfaatkan kesempatan yang mestinya lima menit sesuai kesepakatan.

Intinya, Puan Maharani mempertegas kembali sikap, yaitu, telah terjadi pelanggaran terhadap berbagai ketentuan perundang-undangan, baik di tingkat kebijakan, maupun eksekusi kebijakan.

“Juga adanya indikasi pelanggaran peraturan perbankan, pidana umum, pencucian uang dan pidana korupsi. Karena itu, fraksi kami, demi penegakan keadilan, memilih Opsi C,” tegas Puan Maharani yang langsung mendapat sambutan hangat. PKS Juga Sama

Seperti sudah diduga sebelumnya, Fraksi PKS juga mengambil langkah sama dengan FPG dan FPDI-P.

Makanya, pada kesempatan mendapat giliran membacakan pendapat akhirnya, Eki Awal Muharom dari Fraksi PKS hanya memanfaatkannya kurang dari lima menit juga.

“Fraksi kami berkeyakinan, bahwa opsi C adalah relevan untuk perbaikan sektor keuangan perbankan dan penegakan hukum di Republik Indonesia,” tandasnya, lalu kembali suasana riuh rendah memenuhi ruang sidang paripurna tersebut. FPD Tetap Berbeda

Sebelumnya, ketika berbicara pada giliran pertama, FPD ternyata tetap pada sikap awalnya juga, yakni memilih berbeda dalam menyikapi kebijakan `bailout` uang negara Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Melalui jurubicaranya Achsanul Qosasy, fraksi terbesar di Parlemen ini hanya menyatakan, “meski (tindakan `bailout`) dibenarkan, ditemukan berbagai penyimpangan dan kesalahan dalam implementasinya.”

Karena itu, menurutnya, berbagai dugaan tindak pelanggaran itu, perlu diberikan sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Namun, jika keadaan itu dinilai terjadi karena tidak tepatnya aturan, dan kurang lengkapnya instrumen, maka segera dibuat aturan lebih baik,” katanya.

Pada akhirnya, “marilah kita sepakat, agar yang salah mari kita salahkan dan berikan sanksi, sedangkan yang benar kita katakan benar untuk kita berikan dukungan”.

Achsanul Qosasy juga menyatakan, dengan rendah hati, pihaknya mengajak segenap komponen bangsa, agar dapat menjalankan kehidupan demokrasi yang sehat dan rasional, menjunjung tinggi tatakrama demokrasi secara baik serta benar.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    2012-02-03 14:33:04 - 1 comments
  • Angelina Sondakh Dinobatkan Sebagai Putri Pembohong Indonesia
    2012-02-16 14:49:12 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
  • SBY Diminta Bisa Lakukan Aksi Nyata
    Mei 14, 2012 at 2:58 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.