• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Komentar&Wacana

FPDIP Memang Bekerja Keras Menangkan Miranda

Diterbitkan pada 01 April 2010 oleh B- Watch

Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo, mengakui bahwa FPDIP memang bekerja keras memenangkan Miranda Swaray Gultom. Bahkan untuk itu katanya, ada anggota fraksinya yang dipindahkan ke Komisi IX hanya pada saat terjadinya pemilihan deputi gubernur senior BI pada 2004 agar bisa memenangkan Miranda Swaray Gultom.
“Ada anggota fraksi yang di-BKO-kan (dipindahkan),” kata Tjahjo dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Kamis.
Menurut Tjahjo, pemindahan anggota dari komisi lain ke Komisi IX yang membidangi masalah keuangan itu dilakukan hanya pada saat hari pemilihan deputi gubernur senior BI yaitu 8 Juni 2004 untuk mengamankan suara yang bisa memenangkan Miranda.
Ia menuturkan, alasan pemindahan itu karena terdapat sejumlah anggota Fraksi PDIP di Komisi IX yang tidak bisa hadir saat waktu pemilihan tersebut.
Majelis Hakim yang diketuai oleh Nani Indrawati terkejut karena terdapat mekanisme pemindahan anggota DPR padahal posisi yang akan dipilih adalah deputi gubernur Senior BI.
“Posisi ini tidak main-main, deputi gubernur senior BI,” kata Nani.
Kasus dugaan suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 ini mendudukkan mantan bendahara FPDIP Dudhie Makmun Murod sebagai terdakwa.
Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK, para politisi PDI Perjuangan yang diduga menerima suap adalah Williem Tutuarima, Agus Condro Prayitno, Muh. Iqbal, Budiningsih, Poltak Sitorus, Aberson M. Sihaloho, Rusman Lumban Toruan, Max Moein, Jeffrey Tongas Lumban Batu, Engelina A Pattiasina, Suratal, Ni Luh Mariani Tirtasari, dan Soewarno. Mereka diduga menerima cek senilai Rp500 juta per orang.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya menerima jumlah yang berbeda, yaitu Sukardjo Hardjosoewirjo (Rp200 juta), Izedrik Emir Moeis (Rp200 juta), Matheos Pormes (Rp350 juta), Sutanto Pranoto (Rp600 juta), dan Panda Nababan yang menerima jumlah paling banyak, yaitu Rp1,45 miliar.
Kasus dugaan suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 ini mendudukkan mantan bendahara F-PDIP Dudhie Makmun Murod sebagai terdakwa.

Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Gultom, tidak pernah meminta dukungan resmi kepada PDIP melalui dirinya secara pribadi untuk mendukung pencalonannya.
“Permintaan pada saya pribadi tidak pernah. Permintaan pada fraksi secara resmi juga tidak ada,” kata Tjahjo dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Kamis.
Menurut Tjahjo, dukungan suara yang diberikan PDIP kepada Miranda dalam pemilihan tanggal 8 Juni 2004 itu adalah wewenang dari kelompok Fraksi PDIP Komisi Keuangan DPR yang saat itu dipimpin Emir Moeis.
Selain itu, Tjahjo juga membantah bahwa dirinya menginstruksikan agar dibuat tim khusus dengan agenda memenangkan Miranda yang dipimpin oleh Sekretaris Fraksi PDIP, Panda Nababan.
Panda Nababan sendiri tidak bisa hadir untuk memberikan kesaksian pada Kamis (1/4) ini dengan alasan sakit.
Tjahjo juga memaparkan, dirinya baru mendengar mengenai adanya dugaan aliran dana suap terkait dengan pemilihan deputi gubernur senior BI sejak santer diulas di media massa.
“Saya baru tahu setelah 4-5 tahun kemudian, saat menjelang Pemilu 2009,” katanya.
Sidang dalam kasus dugaan suap pemilihan deputi gubernur senior BI, Miranda Goeltom itu dengan terdakwa politisi PDIP Dudhie Makmun Murod.
Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK, para politisi PDI Perjuangan yang diduga menerima aliran dana adalah Williem Tutuarima, Agus Condro Prayitno, Muh. Iqbal, Budiningsih, Poltak Sitorus, Aberson M. Sihaloho, Rusman Lumban Toruan, Max Moein, Jeffrey Tongas Lumban Batu, Engelina A. Pattiasina, Suratal, Ni Luh Mariani Tirtasari, dan Soewarno. Mereka diduga menerima cek senilai Rp500 juta per orang.
Anggota Fraksi PDI P lainnya yang menerima jumlah yang berbeda, yaitu Sukardjo Hardjosoewirjo (Rp200 juta), Izedrik Emir Moeis (Rp200 juta), Matheos Pormes (Rp350 juta), Sutanto Pranoto (Rp600 juta), dan Panda Nababan yang menerima jumlah paling banyak, yaitu Rp1,45 miliar.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Partai Yang Paling Dibenci Saat Ini Adalah Partai Demokrat
    2012-02-03 14:33:04 - 1 comments
  • Angelina Sondakh Dinobatkan Sebagai Putri Pembohong Indonesia
    2012-02-16 14:49:12 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • KPK Periksa Andi A Mallarangeng Atas Dugaan Korupsi
    Mei 22, 2012 at 9:58 am - Tidak ada Komentar
  • Era SBY Utang LN Makin Mbludak
    Mei 21, 2012 at 2:35 pm - Tidak ada Komentar
  • Jenazah Korban Sukhoi Sudah Bisa Diambil
    Mei 21, 2012 at 10:00 am - Tidak ada Komentar
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
  • SBY Diminta Bisa Lakukan Aksi Nyata
    Mei 14, 2012 at 2:58 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.