Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan mutasi terhadap Kapolda Lampung, Brigjen Edmon Ilyas bersamaan dengan pergantian tiga pimpinan polda lainnya.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Edward Aritonang mengumumkan mutasi pimpinan Polda itu di Mabes Polri, Jumat.
“Mutasi itu berdasarkan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Nomor 261 Tertanggal 2 April 2010,” kata Edward.
Edward menyebutkan Edmon Ilyas sebagai Kapolda Lampung digantikan Brigjen Sulistyo Ishak yang sebelumnya menduduki Wakil Kepala Divisi Humas Polri.
Selain itu, Irjen Adityawarman sebagai Kapolda Aceh yang memasuki masa pensiun digantikan Brigjen Fajar Prihantoro yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku Utara.
Sedangkan Wakapolda Gorontalo, Kombes Lukman Nulhakim menjadi Kapolda Maluku Utara.
Brigjen Sumaryono yang menduduki posisi Kapolda Gorontalo digantikan Brigjen Irawan Dahlan karena memasuki masa pensiun.
Nama terakhir, yakni Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Anton Setiadi dipindah menjadi Staf Ahli Kapolri dan penggantinya Kombes M. Rum Murkal.
Edward mengatakan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan memimpin acara serah terima jabatan pada Senin (5/4) mendatang.
Terkait mutasi Edmon yang merupakan mantan Direktur II Bidang Ekonomi Bareskrim, Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri sempat menjelaskan status Kapolda Lampung itu dinonaktifkan karena sedang menjalani pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Pemeriksaan terhadap Edmon itu karena jenderal polisi bintang satu itu diduga terkait kasus pencucian uang senilai Rp25 miliar dan rekayasa kasus yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Gayus Tambunan.
Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan Brigjen Edmon Ilyas diganti sebagai Kapolda Lampung untuk memudahkan pemeriksaan dan penyidikan terkait kasus pencucian uang senilai Rp25 miliar dengan tersangka Gayus Tambunan.
“Saudara Edmond berdasarkan TR (telegram rahasia)untuk sementara dinonaktifkan sehingga nanti tidak mengganggu proses pemeriksaan,” kata Bambang Hendarso Danuri usai salat Jumat di Mabes Polri, Jumat.
Bambang menuturkan dengan penonaktifan atau penggantian Edmon itu maka jabatan sebagai Kapolda Lampung tidak akan mengganggu proses penyidikan.
Jenderal polisi bintang empat itu menyatakan penggantian Edmon sebagai Kapolda Lampung itu hingga proses pemeriksaan selesai.
Kapolri menjelaskan proses pengganti Kapolda Lampung mulai Jumat (2/4) tinggal menunggu penerbitan TR, sedangkan serah terima jabatannya Minggu (4/4).
Selain mengganti Edmon, Kapolri juga menonaktifkan perwira menengah di Direktorat II Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, seperti Kompol Arafat.
Namun demikian, Brigjen Radja Erizman yang diduga terlibat kasus pencucian uang itu belum dinonaktifkan.
Keterlibatan beberapa perwira tinggi dan menengah Mabes Polri pada kasus pencucian uang pajak itu berawal dari pernyataan mantan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji yang menuduh Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Radja Erizman terlibat makelar kasus.(*)

