• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
BUMN

Disiapkan Rp150 Miliar Untuk Holding

Diterbitkan pada 18 Juli 2010 oleh B- Watch

Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara menyiapkan anggaran sebanyak Rp150 miliar untuk “holding” perusahaan perkebunan yang dilakukan melalui dua tahap penyatuan dan pengelompokan.
“Kementerian Negara (Kemenneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan holding BUMN perkebunan dalam dua tahap, yakni dari 15 perusahaan dijadikan satu, kemudian dipilah lagi berdasarkan komoditas,” kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia usai menghadiri ujian terbuka promosi doktor Tanri Abeng di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), khusus untuk “holding” BUMN perkebunan diharapkan selesai 2010.
“Program `holding` BUMN diharapkan dapat dilakukan secara cepat, karena hanya membutuhkan kerja sama antara Kemenneg BUMN dengan Kementerian Keuangan tanpa perlu meminta izin kepada DPR terlebih dulu,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini terdapat 14 BUMN perkebunan, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I hingga XIV. Namun, pemerintah tidak hanya berniat menggabungkan ke-14 perusahaan itu, melainkan ditambah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang bidang bisnisnya bukan hanya perkebunan tetapi juga farmasi.
“Kendala yang masih dihadapi dalam `holding` BUMN perkebunan adalah beban pajak yang relatif tinggi. Atas dasar itu, kami sedang membahas kemungkinan adanya keringanan pajak atas rencana restrukturisasi bisnis ke-15 perusahaan tersebut,” katanya.
Menurut dia, pajak adalah konsekuensi dari pengelompokan ulang ke-15 BUMN perkebunan karena diperkirakan akan terjadi mutasi aset yang akan menyebabkan penambahan penghasilan pada perusahaan baru yang menjadi objek pajak.
Salah satu solusi yang diusulkan Kemenneg BUMN adalah menjadikan kewajiban pajak “holding” perkebunan itu sebagai penyertaan modal negara (PMN). Dengan demikian, BUMN tersebut tidak perlu mengeluarkan dana tunai untuk membayar pajak.
“Hal itu perlu dilakukan karena sebagian besar PTPN yang akan dijadikan satu tersebut dalam kondisi merugi. Kami juga mencari pola `holding` yang implikasi mutasi asetnya minimal, misalnya ditata dulu dengan membentuk perusahaan payungnya,” katanya.

Reformasi struktural merupakan hal yang penting dan fundamental dalam upaya pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara agar memiliki skala usaha yang memadai untuk menjadi pemain global.
“Salah satu bentuk reformasi struktural adalah melalui pembentukan `holding company`,` kata mantan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara Tanri Abeng usai ujian terbuka untuk memperoleh derajat doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, “holding company” yang paling memberikan manfaat optimal bagi perusahaan dan pemerintah adalah melalui “investment holding company”.
“Bentuk itu yang paling memungkinkan bagi perusahaan untuk memperoleh dana dari luar baik dalam utang maupun investasi dari investor,” kata Tanri yang juga Komisaris Utama PT Telkom.
Selain itu, juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan daya saing baik dalam harga jual produk, kuota produksi maupun upaya meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan berskala global.
“Sebelum dibentuknya `holding company` seyogianya Badan Pembina BUMN diadakan kembali untuk melakukan proses pembinaan dan pengembangan BUMN yang berpola korporasi,” katanya.
Ia mengatakan, jika Badan Pembina BUMN dirangkap Menteri Negara BUMN sebaiknya para deputi diperkenankan untuk dijabat oleh kaum profesional sehingga tidak seluruhnya harus berasal dari birokrat.
Dengan demikian, menurut penerima Bintang Mahaputra Adipradana itu, dinamika korporasi akan dapat dikembangkan sesuai dengan tuntutan era globalisasi.
“Posisi Menteri Negara BUMN yang strategis seyogianya memiliki akses langsung kepada presiden untuk mendapatkan keputusan maupun dukungan politik yang dibutuhkan menteri dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai misi pendayagunaan BUMN,” katanya.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
  • Capt. Fransesco Schettino Dituntut 2.697 Tahun
    Feb 7, 2012 at 3:02 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat: Tangan Mencincang Bahu Memikul
    Feb 7, 2012 at 11:04 am - Tidak ada Komentar
  • Era Pemerintahan SBY Utang Meningkat Rp705 Triliun
    Feb 7, 2012 at 11:02 am - Tidak ada Komentar
  • Pemburu Aset Bank Century Bagai Lelucon Politik Tak Lucu
    Feb 7, 2012 at 11:01 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.