• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
BUMN

Disesalkan Intervensi Komisaris Pertamina

Diterbitkan pada 18 Maret 2010 oleh B- Watch

Komisi VII DPR menyesalkan, intervensi yang dilakukan Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) kepada direksi terkait perubahan aturan impor minyak mentah.

Anggota Komisi VII DPR Romahurmuziy di Jakarta, Kamis mengatakan, pemerintah harus mempercepat rencana perombakan Dewan Komisaris Pertamina.

“Manuver dewan komisaris ini mesti jadi momentum pemerintah melakukan penyegaran di tubuh Dewan Komisaris Pertamina,” katanya.

Menurut dia, mekanisme pengadaan minyak merupakan kebijakan operasional yang menjadi kewenangan direksi.

Sehingga, tambahnya, tidak semestinya dewan komisaris melakukan intervensi.

Rommy, panggilan Romahurmuziy, mengatakan, perombakan dewan komisaris juga menjadi penting agar dapat sejalan dengan direksi Pertamina yang baru dilantik pada Februari lalu.

Apalagi, lanjutnya, jumlah anggota dewan komisaris hanya lima dari jumlah minimal yakni tujuh orang.

“Dengan hanya lima komisaris, kinerja pengawasan pastinya tidak optimal,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Menneg BUMN Mustafa Abubakar mengaku sedang melakukan penjaringan calon komisaris Pertamina.

Menurut dia, proses pencarian komisaris membutuhkan waktu yang cukup lama, sama halnya ketika menyusun direksi Pertamina.

Sementara itu, Forum Pemuda Pembela Demokrasi melakukan aksi demo di Kementerian BUMN menuntut perombakan dewan komisaris Pertamina.

“Komisaris yang sekarang sudah terlalu lama,” ujar juru bicara Forum Iqbal Aghar.

Anggota Komisi VII DPR lainnya, Satya W Yudha mengatakan, aturan impor baru itu akan membatasi perusahaan yang memasok minyak mentah ke Pertamina.

“Dampaknya, kemungkinan harga minyak menjadi lebih tinggi,” katanya.

Karenanya, ia menyarankan, agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit secara acak atas pengadaan impor Pertamina tersebut.

Satya menambahkan, idealnya memang pemasok tidak dibatasi, sehingga memungkinkan terciptanya harga yang kompetitif.

“Sistem yang banyak peserta memang lebih baik, namun mesti disertai pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.

Sebelumnya, Memorandum Dewan Komisaris No 072/K/DK/2010 tertanggal 22 Februari 2010 kepada Direktur Utama Pertamina meminta dilakukan perubahan aturan impor minyak mentah.

Surat yang ditandatangani Pelaksana Tugas Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina Umar Said itu merupakan tindak lanjut hasil rapat dewan komisaris dan direksi pada 16 Februari 2010.

Selain Umar, surat juga ditandatangani seluruh komisaris lainnya yakni Muhammad Abduh, Maizar Rahman, Sumarsono, dan Humayunbosha.

Dalam lampiran memorandum Dewan Komisaris Pertamina itu disebutkan, pembelian minyak mentah diupayakan hanya melalui perusahaan minyak nasional (national oil company/NOC) atau perusahaan dagang (trader) yang memang ditunjuk NOC.

Padahal, aturan pengadaan minyak sebelumnya adalah “trader” dapat memasok minyak mentah ke Pertamina.

Saat ini, Pertamina tercatat memiliki 32 rekanan baik NOC maupun “trader” yang memasok kebutuhan minyak mentah.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.