• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Ketenagakerjaan

Di Era SBY Tak Ada Perbaikan Perlindungan Kerja

Diterbitkan pada 22 Juni 2009 oleh B- Watch

Selama pemerintahan SBY, ternyata perlindungan sosial terhadap pekerja di sektor ekonomi informal tak mengalami perbaikan, hal ini terbukti hingga saat ini perlindungan kerja itu masih rendah. Untuk itu International Labour Organization (ILO) dan PT Jamsostek menuntut peranan presiden terpilih nantinya menyediakan perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh. Menurut Wakil Direktur ILO Indonesia, Peter Van Rooij, di Indonesia hanya 17 persen pekerja yang menikmati jaminan sosial. Padahal, jumlah tenaga kerja sektor ekonomi informal mencapai dua pertiga dari jumlah pekerja yang ada. Mestinya peranan negara dalam pemerintahan sangat dibutuhkan dalam melindungi pekerjanya baik sektor formal ataupun informal. Sementara itu, menurut Dirut PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga penerapan Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) harus direalisasikan. “Pemerintah wajib memberikan perlindungan jaminan sosial pada rakyat. Kalau rakyatnya bekerja, jaminan sosialnya ditanggung perusahaan. Sementara, yang tidak bekerja, jaminan sosialnya ditanggung pemerintah.” Dengan begitu, tidak berlebihan jika pemerintah membayarkan jaminan sosial bagi rakyat yang tidak bekerja, karena itu semua sudah diatur Undang-Undang. Dalam UU SJSN ini, pekerja baik formal maupun informal harus dilindungi oleh program jaminan sosial. Jadi tidak ada diskriminasi, semua harus mendapat jaminan sosial. “Kewajiban pemerintah menyediakan dananya. Namun saat ini Perpu tentang iuran, siapa-siapa saja yang berhak dibayarkan iurannya sedang disusun.” Rendahnya kepedulian pemerintah dalam melindungi pekerjanya terlihat dari contoh kasus yang terjadi di tambang batu bara di Bukit Bual, Nagari V Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Ahmad Ansyori, mengaku prihatin atas minimnya perhatian pemerintah. Mereka belum dilindungi jaminan sosial tenaga kerja, padahal pekerjaannya berisiko tinggi. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Keluarga korban kehilangan penyangga rumah tangga. Keluarga yang ditinggalkan tidak mendapat santunan kecelakaan serta santunan jaminan hari tua yang bisa dipakai untuk modal hidup selanjutnya.” Kepesertaan Jamsostek katanya, penting guna melindungi setiap pekerja, terutama risiko kerja tinggi. Ironisnya, setelah terjadi peristiwa seperti ini pengusaha baru menyadari pentingnya arti perlindungan. PT Jamsostek sendiri, kata Anshori, telah melakukan berbagai upaya agar perusahaan penambangan yang masuk dalam daftar perusahaan wajib belum daftar (PWBD) itu menjadi peserta Jamsostek, namun belum direspon positif. Karena itu pihaknya berharap dinas atau suku dinas ketenagakerjaan setempat menindak perusahaan yang tidak peduli dengan perlindungan pekerja tersebut dan mendesak agar perusahaan itu menjadi peserta Jamsostek.(*/Harian Terbit)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.