• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
  • Hukum
    • HAM
    • Hukum&Ekonomi
    • Hukum&Korupsi
    • Hukum&Kriminal
    • Terorisme
  • Opini
  • POLKAM
    • Bela Negara
    • Luar Negeri
    • Politik&Ekonomi
    • UU&Konstitusi
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi Kemanusiaan
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
  • Video
  • Warta Top
Tokoh

Darmin Mulai Dicurigai Terlibat Kasus Pajak

Diterbitkan pada 22 Juli 2010 oleh Nurmimi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan keterlibatan calon Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam beberapa kasus pajak yang terjadi selama menjabat sebagai Dirjen Pajak.
“Pertanyaan teman-teman memang teknis sekali tapi jawaban Pak Darmin akan menentukan apakah memang dia `fit and proper` untuk menjadi BI satu (Gubernur BI),” kata Anggota Komisi XI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Indah kurnia dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis.
Dalam rapat yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu, Darmin dicecar pertanyaan terkait dikabulkannya keberatan perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS) Halliburton saat dia menjabat sebagai Dirjen Pajak.
Halliburton mengajukan empat kali keberatan atas rugi kurs tahun 1998 dan ditolak oleh Dirjen Pajak saat itu Hadi Poernomo. Namun pada 2006, perusahaan itu mengajukan peninjauan kembali atas permintaan keringanan pajak dengan alasan rugi kurs dan dikabulkan oleh Darmin yang baru menggantikan Hadi sebagai Dirjen Pajak.
Atas keputusan itu, Halliburton yang seharusnya membayar pajak sekitar Rp86,17 miliar mendapat keringanan sekitar Rp23 miliar.
“Apakah Halliburton diuntungkan atau dia memang layak menyelamatkan keuangannya. Itu berujung pada sebesar apa Pak Darmin yang baru 3 minggu menjabat sebagai Dirjen Pajak. Secara tegas katakan yang hitam adalah hitam dan putih adalah putih, tidak ada grey area,” tegasnya.
Pembahasan kasus Halliburton itu menghabiskan waktu hampir satu jam. Darmin menjelaskan empat kali penolakan atas permintaan Halliburton itu karena perusahaan yang pernah dipimpin oleh mantan Wakil Presiden AS Dic Chenney itu tidak menyertakan bukti transaksi pos yang mengalami kerugian kurs.
“Saya tidak pernah diintervensi oleh menteri atau orang yang lebih tinggi. Saya tidak punya kepentingan dalam kasus itu,” tegasnya.
Selanjutnya, Darmin juga menjelaskan mengenai kasus penggelapan pajak oleh PT First Media yang melibatkan petugas pajak di Kantor Wilayah Pajak Jawa Barat.
“Kelihatannya ada permainan di bawah antara Wajib Pajak yang diketahui menggelapkan PPN yang dipungut dari pelanggan tidak disetor ke pajak. Aparat kita ada yang terlibat dan mereka sudah diadili oleh Pengadilan Negeri. Dan sudah dijatuhi hukuman dan sampai ke Mahkamah Agung, ada dua orang yang dipenjara untuk ini,” tuturnya.
Pada hari kedua uji kelayakan dan kepatutan yang dijalani Darmin sebagai calon tunggal Gubernur BI, Darmin juga ditanya terkait kasus yang melibatkan anak buahnya Gayus Tambunan.(*)

Bookmark and Share

Leave a comment

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • DPR Tolak Kenaikan Tarif Listrik
    2010-04-22 10:57:29 - 2 comments
  • Saham Tiga BUMN Dijual Tahun ini
    2010-08-03 17:16:53 - 2 comments
  • Koperasi di Indonesia Diambang Kehancuran
    2010-07-22 12:44:53 - 1 comments
  • Malaysia Balas Demo Dengan Demo
    2010-08-24 20:27:33 - 1 comments
  • Golkar Tidak Punya Nyali Keluar Dari Setgab
    2010-06-10 17:08:27 - 1 comments
  • Korban Gas Adukan Pertamina Ke Komnas HAM
    2010-07-06 18:29:26 - 1 comments
  • pembangunan gedung DPR yang mengunakan dana APBN itu sangat menyakitka...
    willy: 2010-09-06 12:57:56
  • ga tuntas" nih masalah...
    Isal World: 2010-09-02 13:22:12
  • Kami sangat setuju dgn kebijakan Bapak Menteri BUMN tersebut.terutama ...
    masyarakat anti kkn: 2010-08-31 09:48:56
  • ya udah,, serang aja Malaysia................indonesia sudah dianggap ...
    karem Abd Nasser: 2010-08-31 09:28:43
  • koperasi insan mandiri itu termasuk bandel atau tidak , karena sekaran...
    dev: 2010-08-29 06:25:12
  • Serang Iran Sama Dengan Hancurkan Israel
    Sep 6, 2010 at 8:23 pm - Tidak ada Komentar
  • Tiga BUMN Diprivatisasi Senilai Rp340 Miliar
    Sep 6, 2010 at 8:22 pm - Tidak ada Komentar
  • Terjadi Inefiensi Puluhan Triliun Di PLN
    Sep 6, 2010 at 8:21 pm - Tidak ada Komentar
  • DPR Tunda Pembangunan Gedung Baru
    Sep 6, 2010 at 8:20 pm - Tidak ada Komentar
  • BURT Cuma Bikin Citra Buruk DPR
    Sep 6, 2010 at 8:16 pm - Tidak ada Komentar
  • Warga Jakarta Dilarang Takbir Keliling
    Sep 6, 2010 at 8:15 pm - Tidak ada Komentar
  • KPK Belum Bisa Dibubarkan
    Sep 6, 2010 at 8:15 pm - Tidak ada Komentar
  • Agus Suhartono Calon Panglima TNI Baru
    Sep 6, 2010 at 8:13 pm - Tidak ada Komentar
  • DPR Harus Respon Pemindahan Ibukota
    Sep 6, 2010 at 8:13 pm - Tidak ada Komentar
  • Wacana Pemindahan Ibukota Ditindaklanjuti
    Sep 5, 2010 at 10:10 pm - Tidak ada Komentar
0001 afgan Afghan Aghan and animation brazil brazilian Bukan Cinta Biasa Cinta clip dance dua ekonomi perbankan entertainment fails fantasy film Final game Gebyar hati inbox Junior Kasih klip Live love Movie music never Nurhaliza olivia jensen lubis Original Sound Track OST people player Sandy Siti song Terima travel warning TV Video wannab
BUMN Watch © 2010 All Rights Reserved.