• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
HAM

CIA Langgar HAM Diselidiki

Diterbitkan pada 26 Agustus 2009 oleh B- Watch

CIA, Badan intelijen Amerika Serikat (AS) yang terkenal itu, pun tak luput dari gugatan Hak Azasi Manusia (HAM). Bahkan Komisaris Tinggi PBB urusan HAM , Navi Pillay, menyambut baik keputusan Jaksa Agung AS menunjuk seorang jaksa untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum oleh para pejabat dan agen badan intelijen AS (CIA) dalam menginterogasi tahanan di luar AS, termasuk di Teluk Guantanamo, Kuba.
“Saya menyambut baik keputusan Pemerintah AS yang penuh tanggung jawab ini untuk membuka kembali penyelidikan awal,” kata Navi Pillay seperti yang dilaporkan Markas Besar PBB, New York, Selasa.
Jaksa Agung AS Eric Holder pada Senin (24/8) menunjuk seorang jaksa veteran John Durham sebagai jaksa khusus yang akan memeriksa para pejabat dan agen dinas rahasia AS, Central Intelligence Agency.
Durham akan mengungkap tabir apakah mereka melanggar hukum atau tidak ketika melakukan interogasi terhadap para tersangka teroris yang ditahan di penjara-penjara yang dikendalikan AS di luar negeri.
Pillay menyatakan harapan bahwa pemeriksaan akan berlangsung dengan cepat agar berbagai tudingan soal terjadinya penyiksaan akan segera terungkap kebenarannya.
Tudingan itu diajukan para bekas tahanan maupun mereka yang masih ditahan di Guantanamo serta pusat-pusat penahanan lainnya di luar AS.
Jika tuduhan itu terbukti, ujar Pillay, maka langkah berikutnya adalah membuat siapa pun yang melanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pillay mengatakan bahwa apa yang menjadi perhatiannya sejak lama adalah “jangan sampai ada pengampunan bagi mereka yang melakukan penyiksaan atau perlakuan lainnya yang melanggar hukum terhadap para tahanan, baik di AS maupun di semua belahan dunia mana pun.
“Sekarang kita dihadapkan pada apa yang terjadi di Guantanamo, dan di tempat lain seperti penjara Abu Ghraib di Irak dan pangkalan udara Bagram di Afghanistan. Kita masih perlu kejelasan mengenai tempat-tempat penahanan rahasia dan apa yang terjadi di dalamnya,” kata Pillay.
Pillay menegaskan, penggunaan tempat tahanan rahasia harus dikendalikan.
Ia juga mendesak agar nama-nama tahanan yang saat ini berada di pusat-pusat penahanan itu diungkapkan.
“Kerahasiaan telah menjadi sebuah masalah besar bagi rejim yang memiliki jenis penahanan seperti ini,” katanya.
“Jika para penjaga dan petugas interogasi menganggap bahwa mereka aman dari pemeriksaan ketat dan dapat mengakali perlindungan hukum, maka hukum menjadi terlalu gampang untuk diinjak-injak”.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM itu juga menyambut keputusan AS untuk membebaskan Mohammad Jawad, warga Afghanistan yang dijadikan tahanan pada tahun 2002, saat ia masih berumur 12 tahun.
Sebagian tuduhan yang dikenai terhadapnya pada tahun 2008 dinyatakan tidak dapat diterima. Karena itu, pengadilan distrik di AS bulan lalu memerintahkan agar ia dibebaskan dari Guantanamo.
“Saya senang mendengar kabar bahwa hari Senin Mohammad Jawad sudah diizinkan kembali kepada keluarganya di Afghanistan,” kata Pillay. “Perlu waktu yang sangat panjang (sebelum Jawad dibebaskan, red), tapi begitu sistem peradilan AS berjalan dengan semestinya, dalam hal ini, keadilan akhirnya dicapai,” tambahnya.
Ia mengingatkan agar Mohammad Jawad dan mereka yang telah lama ditahan tanpa pembenaran –tanpa tuduhan yang dapat dibuktikan, atau mereka yang disiksa dan diperlakukan sewenang-wenang, perlu diberi kompensasi atau pemulihan lainnya.
Kompensasi dan pemulihan diperlukan karena orang-orang tersebut telah kehilangan masa tujuh tahun dalam hidup mereka.
Mereka juga kemungkinan telah mengalami gangguan secara psikologis, fisik dan keuangan –hanya karena mereka berada di tempat yang salah dan pada saat yang salah, demikian menurut Pillay.
Pillay juga menegaskan kembali dukungannya terhadap komitmen Presiden AS Barack Obama untuk menutup kamp Guantanamo pada 2010 dan meminta Obama untuk segera meninjau ulang status para tahanan di pusat penahanan Bagram di Afghanistan.
Tersangka teroris bom Bali 2002 dan pemimpin Jamaah Islamiyah, Hambali alias Ridwan Isamudin –yang kerap disebut-sebut sebagai warga negara Indonesia, disebut-sebut masih berada di penjara pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo sejak ia ditangkap di Thailand pada Agustus 2003.
Selain status hukum, status kewarganegaraan Hambali juga ternyata masih belum jelas.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI)-Deplu RI, Teguh Wardoyo, pada Maret 2009 menyebutkan bahwa saat ditangkap di Thailand tahun 2003, Hambali tidak tercatat sebagai warga negara Indonesia.
Paspor yang dipegang Hambali adalah paspor yang dikeluarkan Spanyol.
Menurut Teguh, kendati kelahiran Jawa Barat, Hambali juga tidak mengaku bahwa dirinya sebagai warga negara Indonesia.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
  • Capt. Fransesco Schettino Dituntut 2.697 Tahun
    Feb 7, 2012 at 3:02 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat: Tangan Mencincang Bahu Memikul
    Feb 7, 2012 at 11:04 am - Tidak ada Komentar
  • Era Pemerintahan SBY Utang Meningkat Rp705 Triliun
    Feb 7, 2012 at 11:02 am - Tidak ada Komentar
  • Pemburu Aset Bank Century Bagai Lelucon Politik Tak Lucu
    Feb 7, 2012 at 11:01 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.