Perum Bulog menjamin hingga saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang-gudang Bulog masih aman meskipun sebagian telah dikeluarkan untuk disalurkan bagi korban bencana alam.
Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar, di Pangalengan, Kabupaten Bandung Jawa Barat Rabu mengatakan, stok CBP yang dimiliki Bulog sebanyak 520 ribu ton pada tahun ini.
“Dari jumlah tersebut yang sudah dikeluarkan untuk korban gempa bumi di Jawa Barat baru 702 ton,” katanya ketika mengunjungi korban gempa bumi pekan lalu.
Sementara itu, tambahnya, dari yang semula pihaknya mengusulkan ke Departamen Sosial untuk menyalurkan beras sebanyak 1.200 ton akan ditingkatkan menjadi 2.000 ton bagi korban gempa bumi di Jawa Barat.
Jadi, lanjutnya, hingga saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog masih mencukupi dan aman untuk penyaluran bagi korban bencana alam.
Hanya saja dia mengakui, persoalannya justru terletak pada pendistribusian beras hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Mustafa mengungkapkan, untuk daerah-daerah yang mudah dijangkau transportasi tidak mengalami persoalan dalam mendapatkan beras bantuan sebaliknya di wilayah yang tak terjangkau masih sulit dalam mendistribusikannya.
Oleh karena itu, pihaknya telah meminta jajaran Bulog tidak hanya sebatas menyalurkan beras ke posko-posko pengungsian namun juga mendistribusikan hingga ke lokasi yang sulit dijangkau.
Selain jaminan terhadap stok CBP, Dirut Bulog juga mengungkapkan, gempa bumi di Jawa Barat berkekuatan 7,3 SR pekan lalu tidak mempengaruhi pengadaan beras dalam negeri oleh BUMN tersebut.
“Barangnya masih ada di sawah, kita optimis pengadaan dalam negeri tahun ini tidak akan terganggu dengan gempa ini,” katanya.
Menurut dia, tahun ini Bulog menargetkan pengadaan beras dalam negeri sebanyak 3,8 juta ton yang mana hingga saat ini telah terealisasi mencapai 3,3 juta ton sehingga tinggal memenuhi 500 ribu ton hingga akhir 2009.
Selain itu, tambahnya, pengadaan beras dalam negeri khusus untuk provinsi Jawa Barat juga mengalami peningkatan cukup drastis yakni mencapai 563 ribu ton dari target 2009 sebanyak 600 ribu ton.
“Tahun ini Jawa Barat naik cukup drastis sehingga tidak perlu lagi mendatangkan dari daerah lain,” katanya.(*)

