PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero), memulai produksi minyak dan gas Blok SK305 di lepas pantai Serawak, Malaysia pada 26 Juni 2010.
Dirut PHE Dwi Martono di Jakarta, Selasa mengatakan, produksi SK305 merupakan pertama kalinya Pertamina memproduksikan minyak dan gas di luar negeri.
“Saat ini, produksi minyak SK305 sekitar 6.000 barel per hari dan gas 8-9 juta kaki kubik per hari (MMSCFD),” katanya.
Menurut dia, dengan kepemilikan saham Pertamina di Blok SK305 sebesar 30 persen, maka produksi PHE bertambah 1.800 barel per hari.
Sedang, target produksi puncak SK305 diperkirakan mencapai 12.000 barel minyak per hari dan gas 40 MMSCFD mulai tahun 2011.
SK305 merupakan satu dari tiga blok yang merupakan kerja sama tripartit perusahaan negara yakni PT Pertamina Hulu Energi, Petronas Carigali Sdn Bhd, dan PetroVietnam Exploration Production Corporation (PVEP).
Ketiga perusahaan membentuk PCPP Operating Company Sdn Bhd guna mengelola blok lepas pantai tersebut.
Selain SK305, ketiganya juga mengelola blok lepas pantai di Vietnam yakni 10 dan 11.1 dan Indonesia adalah Randugunting, Jateng.
Kontrak bagi hasil Blok SK305 ditandatangani pada 16 Juni 2003 dengan komposisi saham PHE 30 persen saham, Petronas 40 persen, dan PVEP 30 persen.
Dwi mengatakan, pihaknya memang melakukan percepatan produksi SK305, sehingga setelah Mei 2007 disetujui pengembangannya, tiga tahun kemudian mulai produksi.
“Sampai saat ini, kami sudah memproduksi 19 sumur eksplorasi dengan dua sumur pengembangan. Sukses rasionya hampir 100 persen,” katanya.
Cadangan terbukti SK305 tercatat 40 juta barel setara minyak yang terdiri dari 12 juta barel minyak dan 120 miliar kaki kubik gas.
Dwi menambahkan, dari ketiga blok kerja sama tersebut, PHE menargetkan tambahan produksi minimal sebesar 8.000 barel per hari.
Produksi Blok 10 dan 11.1 ditargetkan mulai 2014-2015 dan Randugunting setelah 2016.
Saat ini, status Blok 10 dan 11.1 adalah tengah pemboran sumur eksplorasi ketiga.
Berdasarkan tes dua sumur eksplorasi didapat produksi minyak mencapai 1.500-3.000 barel per hari.
“Kami akan ajukan pengembangan pada tahun depan,” ujarnya.
PHE memiliki saham 10 persen, sementara PVEP dan Petronas masing-masing 45 persen.
Sedang, status Randugunting akan memulai pengeboran sumur eksplorasi pertama pada pekan kedua Agustus 2010.
“Kami rencanakan bor dua sumur tahun ini,” katanya.
Sampai semester pertama 2010, PHE memproduksikan minyak sebesar 55.200 barel per hari dan gas 340 MMSCFD.
Sedang, target produksi minyak PHE tahun adalah 54.000 barel per hari dan gas 280 MMSCFD.
Blok utama PHE antara lain ONWJ dengan produksi minyak 13-14.000 barel, West Madura 11.000 barel dan Tuban 7.600 barel per hari.(*)
Blok Pertamina Di Malaysia Berproduksi
Diterbitkan pada 03 Agustus 2010 oleh B- Watch

