• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
  • Hukum&Kriminal
    • HAM
    • Hukum&Ekonomi
    • Hukum&Korupsi
  • Opini
  • POLKAM
    • Bela Negara
    • Luar Negeri
    • Politik&Ekonomi
    • UU&Konstitusi
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi Kemanusiaan
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
  • Video
  • Warta Top
Tragedi Kemanusiaan

Banyak Warga Malaysia ‘Sakit Jiwa’

Diterbitkan pada 11 Juni 2009 oleh Nurmimi

Kebanyakan warga negara Malaysia adalah orang-orang yang ’sakit jiwa’. Ini tercermin dari prilaku mereka yang suka menyiksa pembantu rumah tangga/atau pekerja, sebagaimana yang sering dialami tenaga kerja asal Indonesia (TKI).

Karena itu pula Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, minta penghentian sementara pengiriman PRT (pembantu rumah tangga) ke Malaysia, minimal satu bulan, demi perbaikan kondisi kerja dan percepatan perubahan MOU Indonesia-Malaysia tahun 2006.
“Begitu pulang, saya akan langsung buat surat rekomendasi kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Erman Suparno, red) serta Menteri Luar Negeri(Hasan Wirajuda) untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Malaysia selama satu bulan. Rata-rata 2.000 orang per bulan pengiriman PRT Indonesia ke Malaysia,” kata Jumhur Hidayat.
Menurut Jumhur saat jumpa pers bersama Dubes RI Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Kamis, penghentian pengiriman TKI ini juga penting agar mendesak pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk mempercepat revisi MOU bilateral.
Selama ini kedua negara sepakat untuk merevisi MOU sejak tahun lalu, namun pertemuan antar kedua delegasi hingga kini belum terlaksana.
“Pemerintah Malaysia sendiri sangat menyesali kejadian ini (penyiksaan PRT, red) dan membuat malu juga negaranya atas kejadian penyiksaan pembantu ini. Maka momentum ini harus dimanfaatkan untuk percepatan revisi MOU bilateral,” katanya.
Apa saja yang perlu direvisi dalam MOU itu, lanjut Jumhur, ialah rekrutmen pembantu secara individual.
“Banyak sekali pembantu Indonesia di Malaysia yang direkrut secara individual, tidak melalui agen dan tidak ada kontrak kerja. Mereka datang dengan visa turis yang kemudian diuruskan izin kerjanya,” kata mantan aktivis mahasiswa itu.
Hal itu dibenarkan oleh Dubes Da’i Bachtiar bahwa pembantu yang direkrut secara individual ini sangat rentan karena sulit dimonitor keberadaan, tidak ada kontrak sosial dan perlindungan hukum.
“Rekrutemen pembantu individual ini sebenarnya menyalahi UU tentang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, namun entah bagaimana dalam MOU diijinkan,” katanya.
Jumhur yang juga mantan aktivis serikat pekerja akan memasukkan unsur monitoring dalam MOU bilateral Indonesia-Malaysia jika akan direvisi karena tindakan preventif ini bisa menjadi solusi bagi pencegahan tindakan penyiksaan terhadap pembantu.
Namun diakui, kesepakatan MOU juga tidak bisa menjadi solusi atau diterapkan, misalnya dalam MOU itu harus ada kewajiban majikan membayar pembantu melalui rekening bank untuk mencegah tidak dibayar, tapi hingga kini realisasinya tidak berjalan.
Pemerintah Indonesia juga seperti kurang peduli dengan kesepakatan dalam MOU itu sendiri.
“Dalam revisi MOU ini akan kami naikkan gaji PRT Indonesia di Malaysia dan juga memastikan mereka dapat libur satu hari per minggu,” katanya.
Kemudian Dubes Da’i Bachtiar dan Kepala BNP2TKI Jumhur kembali menjenguk Siti Hajar di rumah sakit Universitas Malaya.
Senada dengan itu, presiden Unimig (Union Migrant) Muhammad Iqbal, mendukung langkah penghentian pengiriman PRT ke Malaysia sebagai bentuk kekecewaan penyiksaan Siti Hajar, yang sudah kesekian kali terjadi di negeri jiran itu.
“Perlu segera dibentuk lembaga monitoring yang memantau keadaan PRT di Malaysia. Ini sudah menjadi wacana beberapa tahun lalu namun tidak ada realisasinya hingga saat ini,” kata Iqbal.

Sementara di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan membangun sistem deteksi dini untuk melindungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, berkaitan dengan penyiksaan berat yang dialami oleh TKI di Malaysia, Siti Hajar.
Ide membangun mekanisme perlindungan TKI itu, menurut Presiden, telah dibicarakan langsung olehnya dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Dai Bachtiar, serta Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Jumhur Hidayat.
“Tadi saya bicarakan dengan duta besar dan Kepala BNP2TKI untuk betul-betul dibangun satu mekanisme, satu sistem, bagaimana secara dini kita ketahui kalau ada hal-hal seperti itu. Saya akan cek nanti sejauh mana upaya untuk membangun semacam deteksi dini kalau ada keganjilan menyangkut hal tidak benar menyangkut tenaga kerja kita,” tuturnya.
Menurut Presiden, amat tidak baik apabila kejadian penyiksaan yang dialami TKI di luar negeri baru diketahui setelah beberapa hari atau bahkan beberapa bulan kemudian.
Untuk membangun sistem perlindungan dini tersebut, Presiden mengaku memang dibutuhkan kerjasama baik antara Indonesia dan tuan rumah negara penempatan TKI.
Untuk kasus Siti Hajar, Presiden menegaskan pemerintah siap memberi bantuan dalam bentuk apa pun kepada perempuan asal Garut, Jawa Barat, tersebut dan keluarganya.
“Saya berikan atensi sungguh-sungguh. Yang dialami Siti Hajar memang di luar batas kemanusiaan. Saya sungguh prihatin,” ujarnya.
Presiden mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Siti Hajar guna meringankan hati dan memberikan dukungan agar perempuan tersebut tabah.
“Saya juga bicara langsung dengan Siti Hajar tadi untuk meringankan hatinya agar tabah dan saya memberitahu kita semua saudara-saudara di Indonesia menyayangi Siti dan juga saudara-saudara tenaga kerja di luar negeri termasuk di Malaysia,”tuturnya.
Presiden memastikan pemerintah telah bekerja menindaklanjuti kasus penyiksaan terhadap Siti Hajar dan berharap hukum dan keadilan dapat ditegakkan oleh penegak hukum Malaysia.
“Saya sudah instruksikan kepada Dubes kita di Malaysia, saya sudah bicara dan tugasi Jumhur Hidayat sebagai Ketua BNP2TKI untuk mengambil langkah-langkah semestinya untuk betul-betul hukum dan keadilan ditegakkan di Malaysia,” demikian Presiden.(*)

Bookmark and Share

Comments

  1. Razmy Humris September 2nd, 2009 at 16:51

    Kenyataan demikianlah. Tapi kita perlu mawas diri apakah pekerja wanita kita sudah dididik sesuai keinginan negara yang dituju? Jangan kira bahwa keapikan orang-orang luar negeri (Singapore, Malaysia, Hongkong, dan lain-lain) tidak menjadi perhatian, karena cara berpakaian negara tersebut membutuhkan ketrampilan untuk mencuci dan seterika yang juga apik.
    Cara membersihkan kamar atau rumah perlu ketrampilan yang prima
    Silahkan kunjungi http://www.keswais.com bila membutuhkan keahlian psikiater untuk mengobati orang-orang saraf.
    Razmy Humris (Banker)

Leave a comment

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Satgas Mafia Hukum Terima 381 Pengaduan
    2010-04-07 03:29:57 - 3 comments
  • SBY Angkat 10 Staf Khusus
    2009-11-20 14:35:46 - 2 comments
  • DPR Tolak Kenaikan Tarif Listrik
    2010-04-22 10:57:29 - 2 comments
  • Batik Disyahkan Sebagai Budaya RI
    2009-09-07 22:53:44 - 1 comments
  • Ikan Herring Raksasa Ditemukan Di Swedia
    2010-05-13 17:47:42 - 1 comments
  • SBY Seharusnya Memproteksi Susno
    2010-05-24 19:10:35 - 1 comments
  • Di Sampit KAlteng, ada jual beli sambungan listrik oleh oknum PLN. Ka...
    H.M. Khusni: 2010-06-24 16:42:27
  • sudah ada Menteri tambah lagi Wakil menteri, ditambah lagi dengan Dewa...
    Avalezes: 2010-06-19 09:16:36
  • Golkar adalah Partai peninggalan zaman Orde Baru, partai manja ,partai...
    Avalezes: 2010-06-19 09:12:35
  • Gw udh lama menabung di BCA, tapi tak pernah dapat apa2. Hadiah BCA ka...
    rico sorong cimanggis: 2010-06-03 13:57:08
  • memang begitulah pendapat rakyat jelata pada umumnya. terkesan susno ...
    rakyat jelata: 2010-05-26 15:54:35
  • Pengesahan Darmin Gubernur BI Divoting
    Jul 29, 2010 at 5:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Presiden Bahas Tabung Gas Dengan JK
    Jul 29, 2010 at 5:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Memalukan, Banyak Anggota DPR Bolos
    Jul 29, 2010 at 12:32 pm - Tidak ada Komentar
  • Mustafa Ajak AS Investasi di BUMN
    Jul 29, 2010 at 12:30 pm - Tidak ada Komentar
  • Kinerja Muhaimin Iskandar Jelek
    Jul 29, 2010 at 12:29 pm - Tidak ada Komentar
  • Jahatnya Yahudi: Gaza Sudah Seperti Kamp Penjara
    Jul 28, 2010 at 4:03 pm - Tidak ada Komentar
  • Fidel Castro Tulis Buku
    Jul 28, 2010 at 4:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Ulama Harus Nasehati Penguasa
    Jul 28, 2010 at 4:00 pm - Tidak ada Komentar
  • Maradona Dipecat Sebagai Pelatih
    Jul 28, 2010 at 3:58 pm - Tidak ada Komentar
  • Presiden Melayat Kemal Idris
    Jul 28, 2010 at 3:57 pm - Tidak ada Komentar
0001 afgan Afghan Aghan and animation BCA brazil brazilian Bukan Cinta Biasa Cinta clip dance dua ekonomi perbankan entertainment fails fantasy film Final game Gebyar hati inbox Junior Kasih klip Live love Movie music never olivia jensen lubis Original Sound Track OST people player Sandy song Terima travel warning TV Video wannab
BUMN Watch © 2010 All Rights Reserved.