• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • Luar Negeri
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tentang Kami
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Opini

Banyak Serangan Sistematis Atas Kinerja SBY

Diterbitkan pada 08 September 2010 oleh B- Watch

Staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sardan Marbun mengatakan kritik yang disampaikan Kolonel TNI AU Adjie Suradji terhadap kepemimpinan Presiden SBY tidak berdasarkan fakta dan penuh dengan rekayasa politik.
“Dapat dikatakan pendapat yang bersangkutan tidak dapat dicerna akal sehat, melanggar kode etik TNI, tidak didukung fakta serta cenderung diwarnai rekayasa politik,” kata Mayjen (Purn) Sardan Marbun yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, Kolonel TNI AU Adjie Suradji menulis dalam sebuah koran nasional yang mengkritik kepemimpinan SBY yang tidak tegas dan tidak berani mengambil resiko dan lebih mementingkan pembentukan citra dalam memutuskan kebijakan-kebijakannya di berbagai bidang seperti penanganan korupsi.
Adjie Suradji dalam tulisan bertajuk Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan itu membandingkan prestasi yang telah berhasil diraih oleh presiden terdahulu sebelum Presiden SBY, dan lemahnya implementasi dari slogan-slogan yang dijanjikan SBY saat kampanye pilpres terutama di bidang pemberantasan korupsi.
Sardan mengatakan, tulisan Kolonel Adjie soal pemberantasan korupsi tidak didukung fakta karena sampai saat ini telah lebih dari 150 pejabat yang telah diijinkan Presiden SBY untuk diperiksa, dan sejumlah pejabat telah dijatuhi hukuman.
“Presiden tidak pernah mentolerir siapapun yang melakukan korupsi. Dengan tegasnya pemberantasan korupsi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia meningkat dari 2,0 pada tahun 2004 menjadi 2,8 pada tahun 2009,” katanya.
Sementara survei yang dilakukan Transparansi Indonesia terhadap 180 negara di dunia, menempatkan Indonesia di peringkat 111, padahal pada tahun 2004, Indonesia berada di peringkat 133 dari 145 negara yang disurvei saat itu.
Menurut Sardan, sepanjang sejarah Indonesia hal ini merupakan ukiran keberhasilan, walaupun harus diakui masih banyak masalah-masalah korupsi yang menjadi tantangan dan pekerjaan rumah, karena di negara manapun butuh waktu dalam memberantas korupsi, serta tidak dapat dicapai dalam jangka pendek dengan hasil yang tuntas.
Sementara jika dikaitkan dengan pendapat bahwa Presiden SBY adalah pemimpin yang tidak mau mengambil resiko, Sardan menunjukkan beberapa peran SBY dalam memutuskan beberapa masalah negara yang penting seperti kebijakan menaikkan harga BBM pada tahun 2005 dan 2008, perdamaian di Aceh serta berbagai kebijakan yang lain.
Tulisan tersebut juga tidak objektif untuk perbaikan negara dan bangsa, tetapi kental dengan kepentingan politik, dengan membuat berbagai rekayasa serta mencari-cari kekurangan bahkan dapat dikatakan cenderung ke fitnah. Demi kemajuan negara dan bangsa, kritik dibutuhkan tetapi hendaknya didukung fakta dan disertai solusi serta bukan rekayasa politik,” katanya.
Sardan menambahkan, tulisan Kolonel Adjie bisa diduga merupakan rekayasa politik, karena melihat ada kepentingan lawan dari SBY berada di belakang Kolonel Adjie untuk menyerang Presiden.
“Ada “penumpang gelap” yang memanfaatkan Kolonel Adjie. Prajurit tidak bisa mengkritik atasannya di media umum. Saya yakin ini ada pihak lain yang mempengaruhi dia. Ada unsur politik, yang memaksakan dia melanggar kode etik TNI,” katanya.
Sardan mengakui belakangan ini banyak “serangan” sistematis terhadap kinerja Presiden SBY yang dilontarkan pihak-pihak tertentu mulai dari isu yang kecil-kecil sampai isu yang dicari-cari.
“Kamu sudah mendeteksi dan mengklarifikasi sumber-sumber yang menyebarkan isu-isu itu. Sepertinya banyak orang yang merasa tidak kebagian dari pemerintahan SBY ini yang kemudian melancarkan aksi,” katanya.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Diusut Pelanggaran Kode Etik Hakim Dalam Kasus Antasari
    2011-04-15 13:53:12 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Pembantaian Mesuji Pelecehan Asing Pada Bangsa Indonesia
    2011-12-19 15:04:00 - 1 comments
  • Bubarkan Partai Demokrat
    2012-01-17 14:30:34 - 1 comments
  • Suruh semua anggota DPR , kehakiman, kejaksaan, dan Kepolisian mundur ...
    Hati menangis: 2012-02-03 20:09:22
  • @ RUHUT , keberhasilan yang mana yang telah dibuat oleh pemerintahan S...
    Andhika: 2012-01-17 07:57:40
  • Ayo kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (ASLI) amanat Pendiri Bangsa...
    Tri Indratno: 2011-12-23 06:12:05
  • Benar tuh, utamanya aku, muak, muak, kayaknya yang diurus cuma partai,...
    Kartini Piliang: 2011-08-11 15:58:02
  • maswadi rauf bisanya cuma komentar tok. berarti anda jg krng bagus. jg...
    djoko m: 2011-06-09 07:12:45
  • Pasal Yang Dikenakan Pada Nazarudin Terlalu Ringan
    Feb 8, 2012 at 2:07 pm - Tidak ada Komentar
  • Sri Mulyani Indrawati Sampai Kuliah di London
    Feb 8, 2012 at 2:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Tata Kembali Badan Usaha Milik Negara
    Feb 8, 2012 at 2:04 pm - Tidak ada Komentar
  • Rencana Pembelian Bank Century Diduga Sarat Kepentingan Politik
    Feb 8, 2012 at 9:47 am - Tidak ada Komentar
  • Ribuan Anak Disiksa Di Amerika Serikat
    Feb 7, 2012 at 4:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina Sondakh Dipecat Dari Partai Demokrat
    Feb 7, 2012 at 4:48 pm - Tidak ada Komentar
  • 2014 Jusuf Kalla Siap Maju Sebagai Capres
    Feb 7, 2012 at 4:46 pm - Tidak ada Komentar
  • Korupsi Akan Terus Meningkat
    Feb 7, 2012 at 3:06 pm - Tidak ada Komentar
  • Angelina dan Miranda Kok Belum Ditahan
    Feb 7, 2012 at 3:05 pm - Tidak ada Komentar
  • Partai Demokrat Sekarat
    Feb 7, 2012 at 3:03 pm - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza Obama revolt revolution RT Siti song Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.