• Home
  • Aktivitas
    • Aksi&Demo
    • Kegiatan Kepala Negara
    • Tentang BUMNWATCH
  • Ekonomi
    • Agribisnis
    • APBN
    • BUMN
    • Ketenagakerjaan
    • Koperasi&UKM
    • Lingkungan Hidup
    • Transportasi
  • HANKAMNAS
    • Bela Negara
    • Komentar&Wacana
    • Luar Negeri
    • Terorisme
  • Hukum&Politik
    • HAM
    • UU&Konstitusi
  • Opini
  • Senggang
    • Novel
  • Tokoh
  • Tragedi
    • Aksi Kemanusiaan
    • Bencana Alam
    • Fenomena
  • Video
  • Warta Top
Opini

Bangunan Megah Abaikan Nilai Historis

Diterbitkan pada 24 Juli 2010 oleh B- Watch

Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana Prof Dr I Gde Parimartha MA, menilai ada kecenderungan warga masyarakat desa adat di Bali membangun tempat suci (pura) yang megah, namun mengabaikan nilai historis dari bangunan suci tersebut.
Bahkan, dalam membangun tempat suci itu diseragamkan, meniru arsitektur dan rancang bangun (desain) tempat suci yang ada di desa tetangga, kata Prof Parimartha yang juga Ketua Pusat Kajian Bali Unud di Denpasar Sabtu.
Mengomentari kurang tertariknya masyarakat melakukan konservasi terhadap bangunan-bangunan kuno, Ia mengatakan, bentuk asli bangunan suci antara satu desa dengan desa lain di Bali, sebetulnya sangat beragam, tergantung dari pengaruh pada proses pengerjaan oleh leluhur zaman dulu.
Mengingat itu, bangunan pura sesunguhnya tidak harus seragam dengan desa tetangga. Oleh sebab itu masyarakat sebaiknya melestarikan bentuk-bentuk bangunan kuno. Meski perlu diperbaiki karena mengalami kerusakan, tetapi tetap harus mengutamakan bentuk aslinya,” ujar Parimartha.
Ia mencontohkan, Pura “Kahyangan Tiga” di Desa Tenganan Dauh Tukad yang hancur berantakan diguncang gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) beberapa tahun lalu berhasil diperbaiki warga setempat, namun disayangkan bentuknya menjadi seragam dengan pura yang ada di desa tetangganya.
Bahkan, lanjut dia, kori agung (pintu gerbang) pura yang sebenarnya tidak rusak, ikut dirobohkan untuk dibangun baru, dan anehnya tidak sesuai dengan bentuk aslinya.
“Pura yang dibangun pada jaman pengaruh kerajaan Majapahit itu, arsitekturnya memang berbeda dengan kebanyakan pura di Bali yang dibangun setelah itu,” ujar Parimartha.
Sejumlah peneliti mancanegara, termasuk dari Belanda yang peduli terhadap kelestarian budaya Bali kebetulan berkunjung ke Desa Tenganan, juga sangat menyayangkan perbaikan pura tidak sesuai dengan arsitektur aslinya.
Demikian pula kori agung yang tidak rusak diguncang gempa, sebenarnya tidak perlu dibongkar untuk diganti dengan yang tidak sesuai aslinya.
Warga masyarakat memperbaiki pura dengan dana ratusan juta rupiah yang berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan berbagai sumber.
“Kami dari kelompok akademis menginginkan bentuk-bentuk bangunan asli tetap dipertahankan, tidak perlu ada keseragaman bangunan suci antara satu desa dengan desa tetangga yang lain,” ujar Parimartha.(*)

Bookmark and Share

Comments are closed.

  • Terpopuler
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Turunkan SBY, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali ke UUD 1945 asli
    2011-12-20 13:53:16 - 2 comments
  • Kata Jeffrey: Rakyat Sudah Muak Dengan SBY
    2011-08-10 10:29:01 - 1 comments
  • Diluncurkan Kisah-kisah Pribadi Pak Harto
    2011-06-08 13:50:17 - 1 comments
  • Miranda S Goeltom dan Angelina Sondakh Harus Ditahan
    2012-02-24 14:28:31 - 1 comments
  • Harga BBM dan Konstitusi
    2012-02-28 10:22:21 - 1 comments
  • Tindakan Wamen Kum dan Ham Main Tampar Kriminal
    2012-04-05 10:31:28 - 1 comments
  • sebenarnya program yang akan direncanakan oleh pemerintah kurang efisi...
    hendawiatno.se: 2012-04-22 10:51:02
  • PKS harus siap diluar, biar mereka akan hancur....
    toni umaya: 2012-04-05 06:37:31
  • ini namanya akal2an hukum, siapapun tak kebal hukum ok....
    TONI UMAYA: 2012-04-05 06:03:32
  • Kenapa Golkar kebakaran jenggot petinggi petingginya ?????Apa mereka l...
    pakso: 2012-03-21 10:41:37
  • wah serem juga yah, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan al...
    berita unik: 2012-03-20 11:55:19
  • Mindo Rosa Manulang Menjadi Justice Collaboration
    Mei 16, 2012 at 3:01 pm - Tidak ada Komentar
  • Angie Jangan Berlagak Seperti Nyonya Besar
    Mei 16, 2012 at 2:59 pm - Tidak ada Komentar
  • Ani Susilo Bambang Yudhoyono Mau Jadi Capres?
    Mei 16, 2012 at 11:29 am - Tidak ada Komentar
  • Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Superjet 100 Langsung Diteliti
    Mei 16, 2012 at 11:26 am - Tidak ada Komentar
  • Keluar Dari AS Untuk Hindari Pajak
    Mei 15, 2012 at 1:49 pm - Tidak ada Komentar
  • Semua Jalur Pendakian ke Puncak 1 Gunung Salak Ditutup
    Mei 15, 2012 at 10:34 am - Tidak ada Komentar
  • SBY Diminta Bisa Lakukan Aksi Nyata
    Mei 14, 2012 at 2:58 pm - Tidak ada Komentar
  • Ical Memang Tak Layak Sebagai Presiden
    Mei 14, 2012 at 2:56 pm - Tidak ada Komentar
  • Cuaca di Gunung Salak Berkabut
    Mei 14, 2012 at 2:54 pm - Tidak ada Komentar
  • Lokasi Kotak Hitam Sukhoi S-100 Ditemukan
    Mei 14, 2012 at 10:45 am - Tidak ada Komentar
2010 ????? ABC battle Benghazi protest Benghazi riots blood death for Gaddafi HD Indonesia Junior Libia libya Libya protests Libya unrest Libya violence love Lybia mata middle east Moammar Gadhafi Movie music NATO intervention NATO invasion nature New news Nurhaliza revolt revolution RT Siti song The Tripoli Tsunami UK uprising US violence West Yogyakarta
B-Watch © 2012 All Rights Reserved.